Berikan Servis Buruk, Pelayan Ini Diberi Tip Besar

Kompas.com - 03/10/2014, 17:00 WIB
Tagihan untuk pelayan sebesar 100 dolar AS dan sebuah catatan yang tertulis di kuitansi pembayaran: “Kami berdua dulu pernah berada di posisimu”. CNN.COMTagihan untuk pelayan sebesar 100 dolar AS dan sebuah catatan yang tertulis di kuitansi pembayaran: “Kami berdua dulu pernah berada di posisimu”.
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com —
Bukannya mendapatkan pelayanan istimewa, Makenzi Schultz dan suaminya harus menunggu lama untuk mendapatkan hidangan pembuka makam malam mereka di Cedar Rapids, Iowa, USA. Meski pelayanan buruk, pasangan ini tetap memberi tip kepada pelayan restoran yang kewalahan, sebesar 100 dollar AS.

Semua bermula dari keinginan Schultz untuk merayakan ulang tahun keenam pernikahannya bersama sang suami dengan menyantap sebuah sushi. Jangankan menikmati suasana yang romantis, pasangan tersebut harus menunggu berjam-jam untuk menunggu sushi yang dipesan.

Pertama, mereka menunggu 20 menit untuk segelas air, kemudian 40 menit untuk hidangan pembuka. Selanjutnya, mereka juga harus menunggu sejam untuk hidangan utama. Namun, yang menarik perhatian adalah kejadian selanjutnya.

Schultz dan suaminya segera bergegas sesaat setelah santapan tandas. Mereka meninggalkan tip kepada pelayan sebesar 100 dollar AS, dan sebuah catatan yang tertulis di kuitansi pembayaran: “Kami berdua dulu pernah berada di posisimu”.

Tak lupa, Schultz memotret kuitansi tersebut lantas mengunggahnya di akun sosial Facebook, bertanggal 27 September 2014. Siapa sangka, unggahan tersebut menyebar dan mendapat 1,3 juta "like" (angka itu terus bertambah dan dikutip di beberapa blog).

Harus diluruskan jauh-jauh hari, niat Schultz mengunggah foto itu bukan untuk mencomooh, melainkan lebih untuk menjelaskan bahwa dulu mereka berdua adalah seorang pelayan, dan mereka sangat memaklumi apa yang dialami oleh pelayan tersebut.

"Tak peduli berapa kali Anda (pelayan) akan meminta maaf karena tetap saja orang-orang akan merengut melihat Anda," ujar Schultz kepada TODAY.com, seraya menceritakan bagaimana ia dulu pernah menjalani hal serupa.

Pasangan ini berpikir, daripada mencela keburukan sebuah restoran via online atau bahkan meledakkannya, dan itu tidak ada gunanya, mereka ingin menjadikan sesuatu yang negatif ini menjadi sesuatu yang positif.

Sejatinya, unggahan tersebut hanya ditujukan kepada keluarga dan teman-teman dekat, dan tidak pernah berharap menyebar dengan masif. Sejak awal, dia dan suaminya ingin tetap merahasiakan nama restoran tersebut, meski pada akhirnya TODAY.com berhasil menemukannya.

"Ini lebih pada upaya kami untuk berbuat baik kepada  orang lain, serta untuk memberi tahu dia bahwa kami juga pernah merasakan hal yang sekarang ia rasakan."

Sebuah pelajaran berharga bahwa kekurangan tidak harus dibalas dengan kekurangan. Makenzi Schultz membuktikannya. Meski pelayanan restoran buruk, pasangan ini tetap memberi tip kepada pelayan restoran yang kewalahan itu sebesar 100 dollar AS. Salut!

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X