Bagaimana Peluang Perempuan Berhijab untuk Jadi Pramugari?

Kompas.com - 02/12/2014, 17:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com --
Jika dilihat dari luar profesi pramugari terkesan menyenangkan dan glamour. Bagaimana tidak? Anda bisa keliling dunia sembari bekerja sehingga tidak mengeluarkan banyak pengeluaran sebagaimana turis lainnya. Lalu, seragam pramugari yang cantik dan eksklusif menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah wanita di dunia.

Bicara soal seragam yang umum dikenakan pramugari, seperti yang kita ketahui bahwa biasanya merupakan padu padan kemeja dan rok pensil ketat serta tak ketinggalan aksesori syal yang ditata di area leher.

Lalu, jika demikian, bagaimanakah dengan wanita muslim yang mengenakan hijab? Apakah mereka memiliki peluang untuk menjadi seorang pramugari tanpa harus meninggalkan tata busana sesuai syariah muslim?

Ditemui dalam acara Seminar Binus Onlie Learning yang bekerja sama dengan Forum Pramugari , membahas teman ''How To Be A Cabin Crew'', Marintan, pramugari pada sebuah maskapai penerbangan yang berbasis di Saudi Arabia, sekaligus Founder dari forumpramugari.com mengatakan bahwa pertanyaan tersebut merupakan isu yang pelik.

"Tergantung maskapai penerbangan dan komitmennya untuk menajdi pramugari atau tidak," jawab Marintan.

Kemudian, Marintan menjelaskan bahwa satu hal yang paling penting dan utama oleh kandidat  wanita ingin yang mencalonkan diri atau melamar pekerjaan sebagai seorang pramugari adalah harus bersedia mengenakan seragam sesuai ketentuan dari masakapai tersebut.

Lalu, Marintan mengatakan, meskipun maskapai dari negara-negara timur tengah sekalipun, tak juga memberlakukan seragam yang tertutup untuk para pramugarinya.

"Contohnya Emirates, betis pasti terlihat, dan rambut ketika di kabin akan terlihat, karena topi dibuka" Ujarnya.

Marintan menjelaskan jika perempuan berhijab yang masih ingin terus mengejar mimpinya dengan tetap menggunakan jilbab, hanya ada dua pilihan.  

"Pilihannya cuma dua, di maskapai Saudi Arabia, atau di carteran haji," terangnya.

Selain itu, menurut Marintan, banyak teman sesama profesinya yang tetap berhijab lepas bertugas di pesawat. Aturan seragam pramugari berhijab ini agaknya masih sedikit “tabu” bagi banyak maskapai.

"Sebab seragam itu adalah bagian dari image maskapai tersebut. Ada alasan mengapa maskapai penerbangan memberlakukan aturan seragam," tutupnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X