Kompas.com - 16/12/2014, 14:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf
KOMPAS.com — Kesehatan dan kesegaran mulut sangat penting untuk dijaga. Sebab, jangan sampai orang lain merasa terganggu saat berbincang dengan Anda lantaran mulut mengeluarkan aroma "bau naga". Ini berlaku juga bagi pasangan suami istri, terutama suami. Jika mulut suami bau, bagaimana berbincang atau memadu kasih jadi hal yang menyenangkan?

Menurut psikolog Wendy Walsh PhD, jika suami menunjukkan tanda-tanda bau mulut, ada beberapa kiat menyenangkan yang bisa Anda lakukan guna membantunya menghilangkan bau tersebut. Namun, Anda harus memperhatikan agar dia tidak tersinggung dengan upaya yang Anda lakukan.

Pertama, gunakan sistem penghargaan dan hukuman (reward and punishment). Jika mulutnya tidak "bau naga", berikan ciuman dan jika ternyata mulutnya mengeluarkan bau tak sedap, jangan berikan ciuman. Selain itu, Anda juga bisa mengatakan kepadanya, Anda tidak mau bermesraan dengannya pada pagi hari jika dia belum menyikat giginya.

"Anda juga bisa menjauh dari suami jika dia menghindari sikat dan pasta giginya. Dengan demikian, suami bisa mengerti maksudnya," ujar dr Walsh.

Cara lain adalah dengan menyelaraskan jadwal menyikat gigi Anda dan suami. Buatlah kebiasaan menyikat gigi, memakai benang gigi, dan berkumur bersama, baik pada pagi maupun malam hari. Dengan begitu, Anda akan tahu dan melihat sendiri bahwa suami benar-benar menyikat giginya.

Tak hanya itu, Anda dan suami pun bisa mendapatkan tambahan waktu berkualitas berdua. Anda juga bisa menjelaskan kepada suami tentang kondisi bau mulutnya jika kedua cara di atas tidak membuahkan hasil. Coba jelaskan kepadanya bahwa hialtosis atau bau mulut bisa menjadi indikator berbagai kondisi kesehatan. Katakan pula kepada suami bahwa Anda melakukan upaya-upaya tersebut karena Anda peduli dengan kesehatannya.

"Katakan kepada suami, Anda mencemaskannya dan ingin memastikan dirinya sehat. Cobalah berkata, Anda pernah membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa hialtosis adalah salah satu gejala diabetes dan gangguan lever. Faktanya, pernyataan ini benar adanya. Katakan Anda mencemaskannya dan ingin memastikan dirinya baik-baik saja," ungkap dr Walsh.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X