Kompas.com - 22/01/2015, 16:00 WIB
EditorLusia Kus Anna

Oleh: M Zaid Wahyudi

Kau hancurkan aku dengan sikapmu

Tak sadarkah kau telah menyakitiku

Lelah hati ini meyakinkanmu

Cinta ini membunuhku

(Syair lagu: ”Cinta Ini Membunuhku”, d’Masiv, 2008)


PETIKAN lagu itu mungkin bisa menggambarkan hancurnya hati Assyifah Ramadhani (18). Rasa cintanya kepada Ahmad Imam Al-Hafitd (19) justru membawanya ke bui. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis mereka 20 tahun penjara pada 9 Desember lalu karena terbukti membunuh Ade Sara Angelina Suroto.

”Gara-gara dia, saya seperti ini,” kata Assyifah saat ditemui di Rumah Tahanan Kelas IIA Jakarta Timur atau populer disebut Rutan Pondok Bambu, Jumat (19/12). Tinggal dalam penjara, terpisah dari orangtua dan kelima saudaranya, serta membuyarkan rencananya untuk kuliah sambil berbisnis.

Wajahnya yang semula berseri-seri saat dibesuk ayah dan ibunya langsung menunjukkan ketidaksukaan saat Kompas menanyakan hubungannya dengan Hafitd. Ia sudah berusaha mengubur segala kenangan dan perasaannya kepada Hafitd sejak kasus itu terjadi. Terlebih lagi, hingga kini, tak ada kata maaf terucap darinya.

Sementara Hafitd yang ditemui di Rumah Tahanan Kelas I Jakarta Pusat atau Rutan Salemba, Selasa (23/12), menuturkan, tak ada lagi rasa cinta diantara mereka berdua. Namun, ia menolak jika dianggap dirinya yang membuat Assyifah jadi seperti sekarang. ”Ini tanggung jawab masing-masing,” katanya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber KOMPAS
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.