Supaya Bisa Baca Alkitab, Nenek 90 Tahun Jadi Siswi Tertua di Dunia

Kompas.com - 03/02/2015, 19:00 WIB
Priscilla (90) menjadi siswi Leaders Vision Preparatory School lima tahun silam. Sebelumnya, dia adalah seorang dukun beranak di desa Ndalat, yang menjadi tempat tinggalnya selama 65 tahun. Priscilla (90) menjadi siswi Leaders Vision Preparatory School lima tahun silam. Sebelumnya, dia adalah seorang dukun beranak di desa Ndalat, yang menjadi tempat tinggalnya selama 65 tahun.
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com -- Seorang wanita 90 tahun asal Kenya diyakini menjadi siswi sekolah dasar tertua di dunia. Duduk di barisan terdepan dalam kelas dan mengenakan seragam sekolah, Priscilla Sitienei mendengarkan penjelasan guru dengan tekun sambil menulis nama-nama binatang dalam bahasa Inggris pada buku catatannya.

Priscilla masuk menjadi siswi Leaders Vision Preparatory School lima tahun silam. Sebelumnya, dia adalah seorang dukun beranak di desa Ndalat, yang menjadi tempat tinggalnya selama 65 tahun. Selama menajalani sebagai dukun beranak, Prisilla telah membantu kelahiran teman-teman sekelasnya yang berusia 10 hingga 14 tahun.

Gogo, panggilan Priscilla yang mengandung arti nenek, tidak pernah bisa membaca dan menulis hingga akhirnya mengenyam pendidikan saat lanjut usia. Sebab, kesempatan bersekolah ini tidak pernah diperolehnya semasa kecil. Alasannya menjadi murid sekolah di usianya yang sudah senja pun sederhana. "Aku ingin bisa membaca Alkitab. Aku juga ingin menginspirasi anak-anak untuk memperoleh pendidikan," ujarnya.

Menurut Gogo, banyak anak-anak yang tak mengenyam pendidikan hingga dewasa dan memiliki keturunan. Acap kali, Gogo memarahi anak-anak yang tidak bersekolah dan menanyakan apa alasannya. Gogo mengaku sering bertemu anak-anak yang hilang arah karena tak memiliki orang tua. Oleh karenanya, dia ingin menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan.

Awalnya, pihak sekolah menolak Gogo. Namun, lambat laun mereka memahami dan melihat sendiri bagaimana komitmen Gogo untuk belajar. Menurut David Kinyajui, kepala sekolah tempat Gogo belajar, percaya bahwa Gogo adalah contoh nyata dan teladan bagi teman-teman di sekolahnya.

"Saya amat bangga padanya. Gogo adalah berkah Tuhan bagi sekolah ini. Dia menjadi motivator untuk semua siswa. Gogo sangat dicintai oleh mereka, mereka semua ingin bermain dan belajar bersamanya. Dia sangat bagus di kelas. Saya melihat banyak perubahan di sekolah ini setelah ia hadir," ungkap Kinyajui.

Gogo adalah contoh nyata bahwa pendidikan tidak mengenal usia. Berbahagialah dan beruntunglah kita yang mengenyam pendidikan. Sebab, masih banyak anak-anak yang tidak seberuntung kita, yang tidak mampu merasakan bangku sekolah karena beragam keterbatasan. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X