Desainer Poppy Dharsono dan Kain Warisan Tradisional

Kompas.com - 25/02/2015, 17:00 WIB
Kain tradisional telah menjadi perhatian Poppy Dharsono sejak ia mendirikan rumah mode Poppy Dharsono di tahun 1977. ALVIN DWIPAYANA/ KOMPAS.COMKain tradisional telah menjadi perhatian Poppy Dharsono sejak ia mendirikan rumah mode Poppy Dharsono di tahun 1977.
|
EditorAlvin Dwipayana

KOMPAS.com  Menyambut diselenggarakannya acara tahunan Indonesia Fashion Week 2015 yang berlangsung pada 26 Februari 2015 besok di Jakarta Convention Center (JCC), desainer senior Poppy Dharsono meluncurkan serangkaian koleksi terbaru yang mengetengahkan kreasi tenun Endek dan Kain Songket dari Bali.

Kain Endek dan Songket Bali yang diangkat Poppy tak terlepas dari janjinya terhadap perajin kain di daerah Gianyar yang telah banyak memberi inspirasinya dalam mendesain. "Setelah selama lima tahun saya mengekspos Jawa Tengah, kini perhatian saya terfokus pada kain Endek Bali," terang sang desainer.

ALVIN DWIPAYANA/ KOMPAS.COM Di tangan Poppy Dharsono, kain Endek dengan motif beragam dibentuk sesuai kreasi yang ingin diwujudkan. Inilah beberapa karya Poppy yang akan dipresentasikan di ajang Indonesia Fashion Week 2015.

Sebanyak 20 busana karya Poppy yang terdiri dari gaun, outer, atasan bawahan rok dan celana, akan dipentaskan di atas panggung runway pada pekan mode tahunan yang sudah diselenggarakan keempat kalinya di Jakarta.

Acara Indonesia Fashion Week yang sudah menjadi bagian resmi dari federasi World Fashion Week tidak hanya menyuguhkan rancangan terbaru desainer lokal Indonesia, tetapi juga mendatangkan calon pembeli potensial (buyer) di industri fashion internasional.

"Pemerintah perlu memberi dukungan lebih untuk industri kreatif seperti ini. Indonesia yang memiliki banyak potensi di industri fashion dan sedang berkembang, berusaha mewujudkan misi besar. Memang, masih butuh waktu sekitar 10 tahun lagi untuk bisa mewujudkan Indonesia sebagai salah satu kapital fashion di Asia. Dengan begitu, setiap desainer di Indonesia bisa menyiapkan detail dan segala sesuatunya sesuai standar serta kebutuhan pasar dunia. Kita harus realistis, tidak boleh mimpi," ujar Poppy optimistis. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X