Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perbedaan "Headhunter" dengan Lembaga Perekrutan "Outsourcing"

Kompas.com, 9 Maret 2015, 11:00 WIB
Silvita Agmasari

Penulis

KOMPAS.com – Jika dilihat sekilas, cara kerja lembaga headhunter dengan lembaga perekrutan tenaga kerja outsourcing hampir sama, yakni mencari pekerja yang sesuai kriteria dari klien untuk perusahaan klien. Namun, saat diperdalam, ada perbedaan besar yang mendasar antara keduanya. 

Ricky Mulani, President Director dari perusahaan headhunter Indonesia, Quantum Select International, menjelaskan perbedaan yang sangat mendasar dilihat dari status karyawan atau calon kandidat yang bersangkutan. "Dalam bahasa awamnya, headhunter itu berarti "beli putus". Jadi calon karyawan tersebut akan menjadi milik klien sepenuhnya. Sedangkan berbeda dengan sistem lembaga perekrutan tenaga kerja outsourcing yang memposisikan calon karyawan sebagai karyawan lembaga perekrutan tenaga kerja outsourcing tersebut setelah mendapat pekerjaan. Bukan milik klien sepenuhnya," ujar Ricky pada Kompas Female saat ditemui.

Ricky juga menambahkan, dalam hal tersebut, tentunya gaji karyawan dari lembaga perekrutan tenaga kerja outsourcing tidak dibayarkan oleh perusahaan (klien) yang menyewa jasa ini. Melainkan, dibayarkan oleh lembaga perekrutan tenaga kerja outsourcing tersebut. "Seolah-olah karyawan dipinjamkan, bekerja untuk kurun waktu tertentu." Berbeda dengan lembaga headhunter yang hanya berperan sebagai penyalur, dan tak memiliki hak campur tangan setelah calon kandidat resmi bekerja dan menjadi karyawan di perusahaan klien. "Kami sebagai lembaga headhunter hanya memperkenalkan. Untuk detail hak dan kewajiban karyawan seperti gaji, bonus ataupun tunjangan, semuanya dibayarkan klien langsung pada calon karyawan. Jadi calon karyawan sepenuhnya berkerja dan bertanggung jawab terhadap perusahaan yang menjadi klien kami."  

Hal kedua yang membedakan lembaga headhunter dengan lembaga perekrutan tenaga kerja outsourcing adalah jenis pekerja yang dicari. Jika lembaga perekrutan tenaga kerja outsourcing umumnya mencari kandidat pekerja di level pekerja tingkatan dasar (blue collar), maka headhunter lebih spesifik mencari kandidat pekerja pada posisi managerial ke atas (white collar). 

Kemudian, apa yang membedakan headhunter dengan hr recruitment dalam sebuah perusahaan?

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau