Kompas.com - 10/03/2015, 14:55 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com --
Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa ikrar pernikahan untuk selalu bersama dalam sehat maupun sakit kerap kali tidak terjadi. Menurut penelitian, romansa pernikahan bisa berubah kala istri tengah sakit. Sebaliknya, kondisi ini tidak terjadi apabila suami yang tengah sakit. Secara rinci, perceraian di mana kondisi istri sedang sakit meningkat hingga enam persen.

Kajian tersebut dirangkum oleh para peneliti dari Iowa State University. “Ada perbedaan antara terlalu sakit dan sama sekali tidak bisa makan. Nah, merupakan hal yang patut disyukuri jika memiliki pasangan yang mengurus Anda saat sedang sakit,” jelas Amelia Karraker, anggota tim peneliti dan asisten profesor bidang studi perkembangan dan keluarga dari universitas tersebut.

Para ahli menganalisa informasi selama dua dekade dari 2.700 pasangan yang menikah. Beberapa di antara mereka tercatat berusia 51 tahun ketika penelitian dimulai. Para peneliti pun mengamati laporan medis dari para pasangan, terutama istri yang menderita penyakit kanker, serangan jantung, paru-paru, dan stroke mempengaruhi angka perceraian. Dari keseluruhan pasangan suami istri yang diteliti, 32 persen berakhir pada perceraian.

Para peneliti menyatakan mereka tidak mengetahui apakah sang suami atau istri yang mengajukan cerai. Di samping itu, para peneliti juga menemukan bahwa perceraian semacam itu juga umum terjadi pada pasangan yang lebih muda. Memang terlihat begitu banyak variasi jenis penyakit yang dihadapi pasangan, tetapi belum tentu mempengaruhi temuan secara signifikan.

Para peneliti belum secara pasti menemukan mengapa angka perceraian meningkat ketika sang istri sakit. Namun, para peneliti mengatakan bahwa saat suami yang sedang sakit, istri lebih telaten dalam merawat, menjaga, dan memerhatikan suami sekaligus rumahtangga. Hal yang demikian tidak dilakukan oleh para suami saat istri sedang terbaring sakit.

Selain itu, para peneliti juga mengungkapkan bahwa banyak wanita yang kurang nyaman menyerahkan tugas rumahtangga pada suami.

"Menurut saya, penelitian ini menunjukkan kerapuhan potensial bagi orang-orang yang mengidap penyakit. Ada peningkatan risiko depresi karena penyakit yang diderita dan ditambah pula risiko perceraian. Orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan juga memiliki sedikit akses pada hubungan sosial yang menguntungkan dan dapat memperbaiki kesehatan mereka di masa mendatang," papar Karraker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.