Botol Susu Bayi Mirip Minuman Bir Dikritik Publik - Kompas.com

Botol Susu Bayi Mirip Minuman Bir Dikritik Publik

Kompas.com - 20/03/2015, 10:00 WIB
ABC7.COM Botol susu yang diberi nama The Chill Baby Li'l Lager ini, berwarna coklat dan dilengkapi label bertuliskan
KOMPAS.com - Ada-ada saja kreasi perusahaan bernama Fred and Friends, yang berbasis di Amerika Serikat. Ketimbang memproduksi botol susu bayi dengan desain lucu dan ceria khas anak-anak, mereka malah memproduksi botol susu bayi yang persis menyerupai botol bir.

Botol susu yang diberi nama The Chill Baby Li'l Lager ini, berwarna coklat dan dilengkapi label bertuliskan "Li'l Lager Premium Quality,", layaknya botol bir sungguhan. Namun demikian, botol susu bayi unik ini belum secara resmi dipasarkan kepada masyarakat. Meski baru resmi dipasarkan pada bulan Mei mendatang, botol seharga 12 dollar AS atau sekitar Rp 156.000 ini sudah bisa dipesan secara online.

"Si Kecil akan sangat senang meneguk minuman favoritnya dengan botol bayi Chill Baby Li'l Lager dari Fred and Friends. Bukan, ini bukan bir, namun hanya botol plastik," tulis pihak Fred and Friends dalam situs resminya seperti dikutip dari ABC7.com.

Dalam penjelasan mengenai produk yang dirancang tidak biasa tersebut, botol terbuat dari bahan plastik yang bebas BPA dan bebas phthalate. Selain itu, satu set botol susu berbentuk mirip botol bir ini juga dilengkapi dot silikon yang aman bagi anak-anak. Botol bayi berukuran 295 mili ini juga mudah untuk dicuci dan dibersihkan.

Namun, banyak pihak yang melontarkan kritik tentang kehadiran botol susu bayi yang berbentuk mirip botol bir. Katanya, botol ini bisa memicu rasa penasaran anak pada minuman beralkohol yang tak menutup kemungkinan bisa memicu  anak untuk mengonsumsi alkohol sejak dini.

Mengenai opini negatif berkaitan dengan produknya, pihak perusahaan Fred and Friends tidak memberikan komentar apapun tentang kritik tersebut. Bahkan, mereka tidak dapat dihubungi untuk dimintai keterangan.

Nah, bagaimana menurut Anda tentang kehadiran botol ini? Apakah hanya sekedar lelucon atau memang bisa berefek negatif?


Editor Syafrina Syaaf
Close Ads X