Dewaraja, Pergelaran Konsep Universal Spiritual dari Perjalanan Kerajaan Majapahit - Kompas.com

Dewaraja, Pergelaran Konsep Universal Spiritual dari Perjalanan Kerajaan Majapahit

Kompas.com - 28/04/2015, 18:00 WIB
SILVITA AGMASARI/ KOMPAS.COM Dewaraja-Runway Collection 2015 oleh Iwan Tirta Private Collection di Ballroom Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta (27/4/2015).


KOMPAS.com -
Selang lima tahun sepeninggalan sang maestro, akhirnya digelarlah sebuah fashion show tunggal dari Iwan Tirta Private Collection. Bertajuk "Dewaraja-Runway Collection 2015", sebanyak 60 koleksi rancangan dari sang direktur kreatif Iwan Tirta Private Collection, Era Soekamto, mampu mengobati rasa rindu para penggemar karya Iwan Tirta, sang legenda yang terkenal lewat goresan motif batiknya.

Acara yang digelar di Ballroom Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Senin (27/4/2015) kemarin, dihadiri sekitar lima ratus orang pengunjung, di mana tamu undangan yang hadir menikmati pergelaran busana yang telah lama dinantikan ini.

Dewaraja yang menjadi tajuk pergelaran busana akbar ini, menurut Era Soekamto, memiliki dua arti, yang pertama adalah kekuasaan absolute dalam sebuah kerajaan, dan arti lain yang menggabungkan dewa serta raja dalam satu sosok seseorang. Maka tak heran, Dewaraja yang merupakan konsep universal spiritual dari perjalanan kerajaan Majapahit, akhirnya tecermin betul lewat rancangan Era Soekamto.

SILVITA AGMASARI/ KOMPAS.COM Dewaraja-Runway Collection 2015 oleh Iwan Tirta Private Collection di Ballroom Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta (27/4/2015).

Fashion show dibagi menjadi tiga sequence, yang merupakan perjalanan menuju Dewaraja itu sendiri. Dualism, Reflection, dan Light Upon Light. Dari siluet busana, ketiga sequence dapat dibedakan dengan mudah saat ditampilkan.

Dualism menampilkan busana dengan siluet sederhana tanpa melupakan unsur klasik, seperti ragam gaun selutut dengan warna hitam dan putih pada motif batik Bali. Kemudian sequence kedua, sesuai namanya Reflection, banyak menampilkan motif batik dengan efek mirroring atau cermin. Seakan pencapaian manusia betambah satu tingkat, panjang busana pun menutupi kaki, dengan potongan kerah tinggi dan material bahan melayang. Aksen cape menjadi hal yang menarik, terutama ketika disampaikan lewat jaket panjang untuk pria.

SILVITA AGMASARI/ KOMPAS.COM Dewaraja-Runway Collection 2015 oleh Iwan Tirta Private Collection di Ballroom Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta (27/4/2015).

Terakhir, titik kesempurnaan hidup yakni Light Upon Light yang ditampilkan lewat penggunaan batik dari motif Modang, Parang Kemitir, atau Polengan bernuansa hitam, putih, dan emas. Busana dengan siluet A line bervolume seakan menjadi kanvas dari kecantikan motif batik asli Indonesia ini.

Tak dapat dimungkiri, kerinduan para penggemar karya Iwan Tirta selama lima tahun, dan kerja keras Era Soekamto serta tim selama satu tahun untuk mengumpulkan sumber, bahan, dan inspirasi bagi "Dewaraja - Runway Collection 2015", terbayar sudah. Motif batik yang sangat indah dihadirkan tanpa mengurangi identitas dan pakem dari karya seni tradisional Indonesia dalam siluet modern ini.


EditorAlvin Dwipayana
Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X