Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/05/2015, 08:00 WIB
Kontributor Health, Diana Yunita Sari

Penulis

Sumber CNN

KOMPAS.com - Jadi orang itu harus optimis! Pernyataan itu kerap dilontarkan oleh sejumlah orang terlebih saat berhadapan dengan sebuah masalah atau kesulitan. Bukan semata-mata untuk membesarkan hati saja. Ada dampak positif lain dibalik menjadi orang optimis tersebut. Yang paling nyata, optimis membuat fisik (juga mental) menjadi sehat. 

Sebenarnya, orang optimis itu ada di sekeliling. Anda pun sebenarnya tahu orang-orang tersebut, cuma, kadang-kadang tidak 'kelihatan' saja. 

Contoh paling mudahnya, di saat rekan kerja asyik mengobrol dan kemudian tangannya menyenggol cangkir berisi cokelat hangat di kemeja putihnya, mereka tidak ambil pusing dengan hal tersebut. Atau, ketika teman kantor membuat kecerobohan sewaktu melakukan presentasi di rapat pagi, suasana hatinya tetap oke ketika Anda mengajaknya makan siang. 

Ajaib? Tidak juga! Menurut Melissa Blakeman, MD, direktur medik regional Johns Hopkins University, orang-orang tersebut hanya menggunakan perilaku yang memperkuat mental positif mereka.

Kalau tergolong orang yang mudah pesimis, ada baiknya mulai melakukan hal-hal berikut yang dipraktikkan oleh orang-orang positif dalam menumbuhkan rasa optimisnya.  

Buat ritual menenangkan. Dalam hidup, ada kalanya menghadapi kejadian penuh tekanan. Nah, orang positif tahu cara mengatasi kecemasan yang dialami dengan cara sehat melalui olah raga maupun meditasi. 

Studi telah menunjukkan bahwa olah raga maupun meditasi dikaitkan dengan suasana hati yang lebih bahagia. "Aktivitas seperti olah raga dan meditasi, membantu mempertahankan perilaku positif dan membuat Anda berpikir lebih jernih," terang Blakeman. Dan ketika kebiasaan positif itu menurun, Blakeman setidaknya merasakan bahwa dirinya lebih sulit melalui tekanan yang dialami hari itu. 

Manfaatkan sisi positif untuk setiap tantangan yang dihadapi. Riset yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology menjumpai bahwa menanamkan pikiran optimis dapat membantu mengatasi tantangan hidup dengan gembira. Yang pada akhirnya, berpotensi membawa Anda menjadi lebih sejahtera. 

Masalahnya akan berlalu. Tidak ada seorang pun yang bisa kebal terhadap kerasnya kehidupan. Bahkan pada orang optimis sekalipun. Kuncinya ada pada pikiran tetap positif dengan tetap berpijak pada kenyataan yang ada. 

"Ada banyak tantangan yang dialami. Orang positif mendekatinya dengan mentalitas 'ini juga akan berlalu'. Ini menjadi gambaran bahwa mereka pernah melalui tantangan sebelumnya dan berhasil melaluinya,"lanjut Blakeman. 

Jangan membully diri sendiri. Orang positif belajar untuk menerima dirinya, apa adanya. Penerimaan diri ini menjadi penting agar hidup Anda menjadi lebih bahagia. 

Salah satu cara untuk menanamkan lebih banyak perasaan kasih terhadap diri sendiri adalah melalui meditasi penuh kasih dan cinta. Olah raga juga dapat membuat perasaan kasih meluas. Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science menjumpai mereka yang secara rutin mempraktikkan aktivitas tersebut merasakan emosinya menjadi lebih positif. 

Kelilingi diri dengan lingkungan yang baik. Ya, lingkungan (baca: teman) bisa memberi pengaruh dalam hidup Anda. Studi menunjukkan emosi seperti stres maupun kebahagiaan itu menular. Artinya semakin banyak Anda berada di sekitarnya, akan cenderung merefleksikan perilaku tersebut. 

Pada orang positif, mereka membentuk lingkaran sosial yang kuat yang akan menguatkan sifat optimis mereka. Ini berarti, kalau ingin menjadi lebih optimis bertemanlah dengan orang-orang yang selalu menebarkan rasa optimis tersebut. 

Selalu bersyukur dan berterima kasih. Penelitian menunjukkan bahwa rasa terima kasih bisa meningkatkan optimis. Berterima kasih maupun bersyukur tidak melulu pada hal-hal besar. Tetapi juga pada hal-hal kecil. Dan ini yang kerap terlupakan.

Mudahnya, ketika commuter line datang terlambat, tak sedikit orang yang mengeluh. Tetapi di saat Anda baru saja melewati pintu masuk stasiun berbarengan dengan datangnya commuter line sehingga bisa segera masuk ke dalamnya, tak sedikit yang lupa untuk bersyukur. Setidaknya, rasa syukur yang dipanjatkan adalah karena Anda tidak perlu terlalu lama menunggu commuter line berikutnya. 

Rasa syukur inilah yang kemudian akan memberi kesempatan lebih banyak bagi diri Anda untuk menjadi lebih positif dalam kehidupan. 

Tetap berpijak pada kenyataan. Positif atau optimis terhadap sesuatu itu boleh. Namun Anda juga harus tetap berpijak pada realita yang ada. Anda tetap perlu mengenali rintangan yang di depan mata dan mencari cara ntuk menyelesaikan masalahnya. 

Selalu ada rencana. Sophia Chou, periset bidang psikologi mengatakan, mereka yang menghadapi masalah atau tantangan, tidak mengatakan "saya tidak memiliki pilihan dan ini satu-satunya cara yang bisa dilakukan." Tetapi mereka akan lebih kreatif dengan memiliki rencana A, B, dan C. 

Satu hal yang diingatkan oleh Blakeman, "Pikiran positif ditanamkan dengan sangat baik saat pikiran rileks. Jadi istirahat sejenak ketika Anda 'tidak dapat bergerak' yang akan mengaburkan pikiran Anda."

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Sumber CNN
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com