Kompas.com - 11/06/2015, 21:30 WIB
Hugh Hefner (89) dan Holly Madison saat masih menjadi sepasang kekasih di awal tahun 2000-an silam. REDBOOKMAG.COMHugh Hefner (89) dan Holly Madison saat masih menjadi sepasang kekasih di awal tahun 2000-an silam.
Penulis Lusi
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com —
Untuk sebagian wanita di Amerika Serikat, karier sebagai Playboy Bunny merupakan sebuah profesi yang mewah dan bergelimang harta.

Bagaimana tidak? Seperti yang sering terlihat pada media massa bahwa para "kelinci" di Playboy Mansion hidup penuh kebahagiaan. Busana mahal, rias wajah sempurna, serta punya koleksi perhiasan yang berkilau dan bernilai tinggi.

Selain itu, istana yang dimiliki oleh Hugh Hefner, pemegang saham mayoritas dari kerajaan bisnis Playboy Enterprises tersebut, memang dikenal sebagai tempat berpesta yang sangat eksklusif dan intim.

Namun, hal yang menyedihkan justru dialami oleh salah satu bunny favorit Hefner bernama Holly Madison.

Pada buku bertajuk Down the Rabbit Hole: Curious Adventures and Cautionary Tales of a Former Playboy Bunny, Madison menuturkan bahwa sering kali dirinya merasa depresi dan ingin bunuh diri.

Buku yang bakal terbit pada 23 Juni 2015 mendatang ini mengisahkan curahan hati Madison selama menjadi kekasih Hefner. "Berkencan dengan seorang pria yang pantasnya jadi kakek saya membuat saya sering sedih dan depresi," ujar Madison.

Madison mengaku, pada tahun 2002, dia sempat berniat ingin menenggelamkan diri ketika sedang berendam di kamar mandi. "Bak mandi penuh dengan air. Saya berpikir untuk menenggelamkan kepala, ambil napas, dan menuntaskan hidup saya dengan kematian," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mungkin saat itu saya di bawah pengaruh alkohol dan ganja. Namun, bunuh diri adalah jalan keluar paling logis," imbunya.

Jika dilihat dari luar, tampaknya para bunny Hefner hidup menyenangkan. Namun, kata Madison, jiwa mereka kosong dan hanya menjalani semuanya sebagai kewajiban kontrak surat kerja.

"Semua orang berpikir, mansion itu adalah segalanya. Gerbang perak itu dibuat agar tidak sembarangan orang masuk. Sebenarnya, gerbang besar itu untuk menjaga agar kami tidak keluar," ujarnya.

Halaman:


Sumber Redbook
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X