Kompas.com - 25/06/2015, 03:25 WIB
Samara (3) menangis tersedu-sedu karena sakit hati setelah menghadiri sebuah acara bertema Disney di Melbourne, Australia. sheknows.comSamara (3) menangis tersedu-sedu karena sakit hati setelah menghadiri sebuah acara bertema Disney di Melbourne, Australia.
|
EditorAlvin Dwipayana

KOMPAS.com - Menunjukkan sikap rasis terhadap orang lain bukanlah sikap yang terpuji, khususnya bagi anak-anak. Perlakuan tidak menyenangkan ini tentu akan membekas di dalam hati dan pikiran hingga mampu menciptakan trauma bagi mereka. Hal ini terjadi pada seorang anak perempuan balita dari suku Aborigin di Australia yang mendapat perlakuan rasis.

Samara (3) menangis tersedu-sedu karena sakit hati setelah menghadiri sebuah acara bertema Disney di Melbourne, Australia. Sang ibunda, Rachel Muir saat itu menemani Samara mengantri di area pusat perbelanjaan. Mereka mengantri agar dapat berpartisipasi dalam acara untuk anak-anak tersebut.

Saat itu, Samara mengenakan kostum layaknya karakter Elsa dalam film Frozen. Penampilan Samara ini sama halnya dengan anak-anak perempuan lainnya yang juga menghadiri acara tersebut. Akan tetapi, kebahagiaan Samara dalam mengenakan kostum Elsa dirusak oleh seorang ibu dan anak-anaknya.

"Seorang wanita di depan kami berpaling ke arah Samara dan mengatakan, 'Saya tidak tahu kenapa kamu harus mengenakan kostum itu, karena Ratu Elsa tidak berkulit hitam'," ujar Muir seperti dikutip dari situs SheKnows.

Komentar itu lantas membuat Samara menangis dan terluka hatinya, sebab ia dicemooh oleh sebuah keluarga hanya karena warna kulitnya. Memperburuk suasana, anak-anak wanita itu pun ikut mengejek Samara. Muir pun bertanya pada wanita itu tentang maksud komentar yang dilontarkannya terhadap Samara.

"Salah satu anak perempuan wanita itu menciptakan ekspresi wajah yang jelek sambil menunjuk Samara dan berkata, 'Kamu hitam dan hitam itu jelek'," imbuh Muir.

Samara begitu terluka perasaannya karena komentar menyakitkan tersebut hingga ia tidak mau berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat Aborigin karena mengingatkan akan warna kulitnya. Surat kabar The Courier melaporkan bahwa Muir menulis di media sosial untuk menumpahkan frustrasinya dan menyoroti perilaku yang tak dapat diterima tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hal paling menyedihkan dari semua itu adalah rasisme masih ada dan berkembang dan generasi berikutnya akan menjadi subjek rasisme itu. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang lahir sebagai seorang rasis. Perilaku itu dipelajari dan bisa diubah," tulis Muir.

Kabar tentang perlakuan yang diterima Samara ini pun terdengar oleh pihak penyelenggara dan produksi Disney on Ice Dare to Dream. Mereka menghubungi keluarga Muir dan menawarkan kesempatan yang tidak dapat dilupakan. Tidak hanya mengundang Samara untuk menyaksikan acara bertema Disney tersebut, mereka pun mengajak Samara untuk berpartisipasi dalam program tersebut.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X