Kompas.com - 20/07/2015, 19:02 WIB
Yakinkanlah diri Anda bahwa ketika memasuki bahtera pernikahan adalah untuk alasan yang benar dan bukan karena paksaan. STYLECASTER.COMYakinkanlah diri Anda bahwa ketika memasuki bahtera pernikahan adalah untuk alasan yang benar dan bukan karena paksaan.
|
EditorAlvin Dwipayana

KOMPAS.com - Ada banyak faktor yang mempengaruhi kesuksesan sebuah pernikahan, seperti pekerjaan, kemapanan ekonomi, kesamaan visi, dan berbagai hal lainnya. Namun, usia Anda dan pasangan pun berpengaruh dalam pernikahan. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa orang-orang yang menikah setelah usia 32 tahun cenderung lebih rawan terhadap perceraian ketimbang mereka yang menikah di usia pertengahan 20-an.

Sosiolog Nicholas Wolfinger dari University of Utah, Amerika Serikat menganalisa data National Survey of Family Growth dari tahun 2006 hingga 2010. Ia menyimpulkan bahwa orang-orang yang menikah pada usia 20 memiliki kemungkinan 50 persen berpotensi bercerai ketimbang mereka yang menikah di usia 25 tahun.

Di samping itu, Wolfinger juga menyebutkan bahwa setiap tahun yang Anda tunda untuk menikah akan memberikan kemungkinan 11 persen terjadinya perceraian. Hingga akhirnya Anda berusia 32 tahun, kemungkinan perceraian akan kembali meningkat lima persen setiap tahunnya. Intinya, menikah pada usia 20 tahun terlalu muda, namun menikah antara usia 25 tahun hingga 32 tahun cenderung lebih stabil dan akan terhindar dari risiko perceraian.

"Terlihat ada sebuah tren yang berkembang secara gradual selama 20 tahun terakhir. Sebuah studi berdasarkan data tahun 2002 mengobservasi bahwa risiko perceraian untuk orang-orang yang menikah di usia 30-an cenderung mendatar, ketimbang menurun selama dekade sebelumnya," ungkap Wolfinger.

Menurut Wolfinger, ada beberapa penyebab banyak orang menunda pernikahan. Seringkali, hal ini disebabkan mereka tidak bisa menemukan orang yang mau menikahi mereka. Ketika mereka menikah, pernikahan secara otomatis akan berada pada risiko yang tinggi terhadap perceraian.

Meskipun demikian, studi ini hanya berdasarkan pada beberapa orang saja dan bukan pada jumlah responden yang besar. Menurut Wolfinger, tidak sedikit pula orang yang menikah di atas usia 32 tahun memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia. Sehingga, ia menyarankan agar Anda tidak stres, yakinkanlah diri Anda bahwa ketika memasuki bahtera pernikahan adalah untuk alasan yang benar dan bukan karena paksaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X