Kebiasaan Nonton TV pada Anak Picu Aksi "Bullying"

Kompas.com - 21/07/2015, 20:01 WIB
Ilustrasi GOODHOUSEKEEPING.COMIlustrasi
|
EditorAlvin Dwipayana


KOMPAS.com - Salah satu kegemaran anak-anak saat berada di rumah adalah menonton televisi. Akan tetapi, siapa sangka kebiasaan menonton televisi ternyata dapat menyebabkan anak menjadi korban penganiayaan oleh teman-teman seusianya atau yang biasa disebut bullying?

Berdasarkan studi terbaru yang dipublikasikan pada Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics, hal tersebut dapat terjadi. Studi ini menemukan bahwa anak-anak yang menghabiskan banyak waktu untuk menonton televisi memiliki risiko yang lebih besar untuk dianiaya oleh teman-temannya.

Mengapa demikian? Sebab, apabila anak menghabiskan waktu lebih dari dua jam untuk menonton televisi, maka anak tidak akan banyak bersosialisasi atau berinteraksi dengan anak-anak seusianya maupun orangtua. Dengan demikian, anak tidak akan dapat mengembangkan kecerdasan emosionalnya dengan baik. Akhirnya, mereka dapat menjadi sasaran penganiayaan oleh teman saat memasuki periode sekolah dasar hingga menengah.

"Kecerdasan emosional didorong oleh pengalaman sosial. Saya bicara, Anda mendengar. Anda bicara, saya mendengar. Kita bicara dengan saling menatap mata," ujar Linda Pagani, anggota tim peneliti dan profesor psikolog dari University of Montreal, Kanada.

Menurut Pagani, kontak mata adalah cara berkomunikasi yang sangat kuat. Kontak mata akan menjelaskan banyak tentang kondisi internal seseorang. Menurutnya anak-anak dapat tumbuh dengan kondisi defisit kemampuan emosional.

Studi ini melibatkan 991 orang anak perempuan dan 1.006 orang anak laki-laki. Ketika anak-anak tersebut berusia 29 bulan atau sekitar 2,5 tahun, para peneliti bertanya pada orangtua mereka tentang frekuensi menonton televisi sehari-hari. Ketika anak-anak itu duduk di kelas enam bangku sekolah dasar, mereka diminta mengisi kuesioner tentang seberapa sering mereka diganggu teman di sekolah.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa setiap tambahan waktu satu jam anak menonton televisi, ada peningkatan 11 persen kemungkinan ia diganggu dan dianiaya oleh teman sebayanya di sekolah. Oleh sebab itu, penting bagi orangtua untuk membantu anak menghindari risiko dianiaya teman. Caranya adalah pastikan anak tidak terlalu lama menonton televisi dan dorong ia agar melakukan kegiatan yang disenanginya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X