Kompas.com - 06/09/2015, 16:36 WIB
Seniman wanita muda Indonesia, Kinez Riza dalam pembukaan pameran Selubung Hening karyanya di Salian Art Gallery, Bandung, Jumat (4/9/2015). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANSeniman wanita muda Indonesia, Kinez Riza dalam pembukaan pameran Selubung Hening karyanya di Salian Art Gallery, Bandung, Jumat (4/9/2015).
|
Editor Syafrina Syaaf
KOMPAS.com --Di zaman sekarang, umumnya kaum wanita memiliki kesempatan yang luas untuk meraih cita-cita dan masa depan yang seperti yang diimpikan. Selain itu, wanita juga bebas dalam menekuni hobi dan minat sehingga akhirnya menjadi suatu profesi yang membanggakan di segala bidang. Tak terkecuali di ranah seni. 


Kinez Riza (26) adalah seorang seniman wanita muda di Indonesia. Sejak kecil, dirinya sudah menyukai hal-hal yang berkaitan dengan seni dan alam. Oleh karena itu, dia memilih untuk melanjutkan pendidikan di bidang desain di Chelsea College of Art - University of the Arts London, Inggris. Meskipun mengenyam pendidikan di bidang desain, pada akhirnya Kinez lebih menyukai dunia seni fotografi.

"Saya sempat belajar desain di London, tapi hasilnya malah ke fotografi," ujar Kinez ketika berbincang bersama Kompas Female di sela-sela pembukaan pameran tunggal karyanya bertajuk Selubung Hening di Salian Art Space, Bandung, Jumat (4/9/2015) lalu.

Kini, Kinez berkarier sebagai seorang seniman yang menggunakan fotografi sebagai media utama. Dalam pamerannya ini, Kinez menampilkan karya fotografi beserta obyek dan artefak yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun ketika melakukan perjalanan ke berbagai situs purbakala atau mengasingkan diri di alam.

Menurut Kinez, sebagai seorang seniman wanita, dirinya melihat berbagai tantangan. Dia memandang, seniman wanita di luar negeri lebih berpeluang dalam mengembangkan karier dan karyanya. Hal yang sama, kata dia,  juga terjadi di Indonesia. Namun, ada beberapa yang membuat karya tidak bisa dinikmati banyak orang.

"Di luar negeri karya saya sudah cukup dikenal. Kalau di sini, ada segi-segi sosial, politik, dan ekonomi menjadi faktor karya dipamerkan atau tidak. Di luar negeri, seniman wanita sudah banyak sekali yang jago dan karyanya hebat," terang wanita yang pernah mendaki Pegunungan Himalaya ini.

Sebagai seseorang yang sangat berminat dengan alam dan arkeologi, Kinez pernah bekerjasama dengan para arkeolog dan antropolog dari sejumlah institusi seperti Puslit Arkenas (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional), Museum Geologi Bandung, dan membantu mendokumentasikan penemuan-penemuan yang diperoleh para ahli dari Wollongong University dan Griffiths University, Australia.


Kinez pernah memamerkan karyanya di beberapa pameran foto di mancanegara, seperti Art Dubai di Uni Emirat Arab, Unseen Photo Fair di Amsterdam, Belanda, dan D Gallerie Indonesia. Dia bahkan pernah menjadi seniman termuda yang dinominasikan untuk penghargaan Sovereign Art Prize.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kinez pun mengaku bahagia apabila semakin banyak wanita muda yang mengejar cita-citanya untuk menjadi seorang seniman. Untuk itu, dia memberikan beberapa kiat bagi para wanita muda sebagai seniman. "Untuk menjadi seniman, harus disiplin dan komitmen. Selain itu juga harus konsisten dengan karya," jelas dia.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X