Kompas.com - 11/09/2015, 11:09 WIB
CEO MatahariMall.com Hadi Wenas (kiri), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto (tengah), dan Chairman MatahariMall.com Emirsyah Satar (kanan) pada peluncuran MatahariMall.com di Potato Head Garage, Rabu (9/9/2015). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANCEO MatahariMall.com Hadi Wenas (kiri), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulisto (tengah), dan Chairman MatahariMall.com Emirsyah Satar (kanan) pada peluncuran MatahariMall.com di Potato Head Garage, Rabu (9/9/2015).
|
EditorAlvin Dwipayana

KOMPAS.com - Industri e-commerce di Indonesia kini menunjukkan pertumbuhan yang begitu pesat. Bagaimana tidak, dengan berkembangnya jumlah pengguna smartphone, belanja pun kini semakin mudah dengan hadirnya beragam situs belanja online yang menawarkan berbagai barang kebutuhan konsumen.

Rabu (9/9/2015), MatahariMall.com secara resmi meluncurkan situs e-commerce miliknya dengan beragam program promosi. Menurut CEO MatahariMall.com Hadi Wenas, situs belanja online ini selayaknya mal dan supermarket online, yakni tempat yang menyediakan barang yang amat lengkap sehingga konsumen memiliki banyak pilihan sebelum membeli barang.

"MatahariMall.com merupakan super marketplace online yang merupakan tempat bagi semua orang untuk membeli dan menjual barang apapun, mulai dari perangkat elektronik, produk mode, gaya hidup, hingga kebutuhan rumah tangga. Layaknya mengunjungi mal, kita dapat masuk dan berjalan-jalan serta berbelanja di setiap lantainya," ujar Hadi pada peluncuran MatahariMall.com di Potato Head Garage, Rabu malam.

Hadi menjelaskan, ada beberapa hal yang membedakan MatahariMall.com dengan situs-situs belanja online yang sudah hadir di Indonesia. Menurutnya, MatahariMall.com, mengusung konsep baru yang dinamakan O2O atau online to offline dan offline to online. Dengan konsep anyar ini, pembeli dapat mengambil atau menukar barang pesanan di toko fisik.

"Konsep online to offline adalah konsumen bisa belanja barang secara online dan barang bisa dikirim dan dibayar di toko fisik atau diambil di e-locker. E-locker dan titik pengambilan barang tersebar di 50 titik di Indonesia dan ini yang terbesar," jelas pemilik gelar Master of Computer Science dari Stanford University, Amerika Serikat ini.

Konsep online to offline ini dijelaskan Hadi sudah dapat dinikmati oleh masyarakat umum. Sementara itu, konsep offline to online akan diluncurkan dalam waktu dekat. Hadi memaparkan, konsep offline to online adalah ketika konsumen berbelanja di toko fisik dan tidak menemukan barang, warna, atau ukuran yang sesuai, maka konsumen bisa menemukannya saat itu juga di versi online MatahariMall.com.

Menurut Hadi, segala konsep menarik yang dihadirkan oleh pihaknya merupakan upaya untuk menyajikan beragam barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. "Kami benar-benar menjual apa saja dengan sistem marketplace. Kami ingin menyediakan semua hal yang dibutuhkan konsumen, makanya kami menyebutnya super marketplace," imbuh dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X