Puteri Indonesia Lingkungan 2015 Merasa Prihatin dengan Kebakaran Hutan

Kompas.com - 11/09/2015, 13:32 WIB
Puteri Indonesia Lingkungan 2015, Chintya Fabiola, menuturkan rasa prihatinnya pada kebakaran hutan di Indonesia. KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARIPuteri Indonesia Lingkungan 2015, Chintya Fabiola, menuturkan rasa prihatinnya pada kebakaran hutan di Indonesia.
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com –- Dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2015 yang berasal dari Kalimantan Barat, Chintya Fabyola, merasa prihatin dengan terjadinya kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di beberapa daerah di Indonesia sekarang ini.

Chintya yang ditemui di acara jumpa pers Festival Royal Heritage by Mustika Ratu, di Mall Kota Kasablanka, Jakarta (10/9/2015), mengatakan, "Saya prihatin dengan Jambi, Banjarmasin, dan kota saya sendiri Pontianak, karena kabut asap tebal ini,".

Wanita berusia 20 tahun ini memberi contoh, di kampung halamannya, yakni Kalimantan Barat yang banyak terjadi aktivitas pembukaan hutan yang dilakukan untuk tujuan bisnis seperti penanaman kelapa sawit dan pertambangan. Sayangnya, pembukaan hutan tersebut dilakukan secara tak bertanggung jawab.

Chintya sendiri rencananya dalam waktu dekat ini akan terbang ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, untuk memantau kondisi di kota tersebut. "Setelah melihat penyebab kabut asap di sana, saya baru bisa mengeluarkan statement," ujar Chintya.

Ternyata, banyak pula komentar serta kritik yang masuk ke Chintya mengenai kondisi Darurat Asap di beberapa daerah. "Banyak komen dan keluhan yang masuk ke saya, seperti di Riau atau di Jambi semakin sesak," imbuhnya.

Kemudian, dia juga berkata bahwa dirinya tahu betul bagaimana rasanya beraktivitas di tengah kabut asap. "Saya pernah merasakan sendiri bagaimana kesulitan pergi sekolah karena kabut asap," kenangnya.

Lalu, Chintya mengatakan bahwa dirinya sangat mendorong berbagai pihak, baik itu masyarakat sekitar, pemerintah, dan juga perusahaan yang bersangkutan untuk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. "Kita tidak menyalahkan pemerintah, tetapi berharap kepada pemerintah yang memiliki kekuasaan dan kemampuan untuk menangani masalah ini," urainya.

Selanjutnya, kepada masyarakat Chintya berpesan, "Mari merawat lingkungan, jangan sampai sudah merasakan asap baru mau merawat lingkungan,".



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X