Kompas.com - 23/09/2015, 10:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna
TANYA:
Dokter, saya sedang hamil 5 bulan dan sekarang memiliki masalah gigi goyang. Karena kondisi itu saya jadi malas makan. Sebenarnya saya ingin mencabut gigi yang goyang itu, tapi saya masih takut ada efek sampingnya bagi kehamilan. Memang ini kehamilan saya yang kedua, waktu hamil anak pertama 2 tahun lalu kondisi gigi saya baik-baik saja. Mohon saran dokter.
Melvi (30), Jakarta.

JAWAB:
Mbak Melvi di Jakarta,
Kehamilan merupakan hal terunik yang terjadi pada kehidupan wanita. Berbagai macam perubahan fisiologis, anatomis, dan hormonal saat kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan rongga mulut. Hal inilah yang mengharuskan setiap ibu tetap perlu menjaga kesehatan gigi dan mulutnya selama masa kehamilan.

Beberapa perubahan dalam rongga mulut yang dapat terjadi selama masa kehamilan, antara lain peradangan gusi, granuloma pada gusi, erosi email gigi, produksi air liur berlebihan, mulut kering, dan kegoyangan gigi.    

Pada saat hamil aman dilakukan perawatan gigi, asalkan tidak dilakukan pembiusan lokal. Jika memang memerlukan pembiusan lokal, sebaiknya dilakukan pada trimester kedua kehamilan. Memang semua tindakan perawatan gigi paling aman dilakukan pada trimester kedua. Namun tetap harus mendapatkan persetujuan dari dokter spesialis kandungan yang sedang memantau kehamilan masing-masing pasien.

Berikut jenis perawatan yang dapat dilakukan tiap trimester, antara lain:
• Trimester 1 dapat dilakukan peningkatan oral hygiene, pembersihan karang gigi, dan tindakan darurat.

• Trimester 2 dapat dilakukan pembersihan karang gigi dan kuretase saku gusi, penambalan gigi, perawatan saluran akar gigi, dan pencabutan gigi (dengan persyaratan khusus).

• Trimester 3 sebaiknya semua tindakan dokter gigi ditunda 3 minggu sebelum melahirkan, kecuali darurat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, setiap tindakan perawatan gigi seperti pencabutan gigi, insisi dan drainase, serta perawatan saluran akar yang memerlukan pembiusan lokal, harus mendapatkan persetujuan lebih dahulu dari dokter spesialis kandungan yang sedang merawat kehamilan pasien tersebut.

Pada kasus Anda, sebelum menentukan apakah gigi goyang yang sedang dialami memang perlu dilakukan pencabutan atau tidak, maka sebaiknya kunjungi terlebih dahulu dokter gigi untuk dilakukan pemeriksaan klinis serta radiografis jika diperlukan. Jika memang perlu dilakukan pencabutan, dokter gigi akan mengonsulkan Anda kepada dokter spesialis kandungan untuk meminta persetujuan boleh atau tidaknya dilakukan pencabutan gigi dengan kondisi kehamilan yang sedang dijalani.

Sebagai tambahan, saran untuk kesehatan gigi dan mulut untuk wanita yang sedang hamil antara lain:

1. Kontrol plak, yaitu menyikat gigi rutin 2 kali sehari, menggunakan benang gigi minimal 1 kali sehari, menggunakan obat kumur sesuai rekomendasi dokter gigi, pembersihan karang gigi oleh dokter gigi.
2. Pengaturan waktu berkunjung ke dokter gigi. Perhatikan apa saja yang dapat dilakukan tiap trimester kehamilan.
3. Pengaturan waktu untuk melakukan rontgen gigi.
4.Selektif memilih obat-obatan.

Demikian Mbak Melvi, semoga informasinya bermanfaat.
Salam gigi sehat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.