Jalan Kaki Bikin Tubuh Lebih Sehat

Kompas.com - 09/11/2015, 07:35 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Berjalan terlihat seperti proses yang sederhana. Tapi sebenarnya, ada banyak hal yang terjadi di dalam tubuh Anda ketika Anda mulai berjalan kaki. Penderita diabetes dan mereka yang ingin menurunkan berat badan, perlu menyimaknya.

Beberapa langkah pertama Anda memicu pelepasan bahan kimia yang menghasilkan energi dalam sel Anda untuk bahan bakar berjalan Anda. Denyut jantung Anda menjadi sekitar 70 sampai 100 denyut per menit (bpm), menyebabkan aliran darah meningkat dan terjadi pemanasan otot.  

Setiap kekakuan otot dan sendi mereda, karena keluarnya cairan pelumas sendi untuk membantu Anda bergerak lebih mudah. Ketika Anda bergerak, tubuh Anda membakar 5 kalori permenit, Bandingkan dengan kondisi istirahat saat tubuh hanya mampu membakar 1 kalori permenit. Tubuh mulai membutuhkan lebih banyak bahan bakar dan mulai menariknya dari cadangan karbohidrat dan lemak.

Menit 6-10

Detak jantung meningkat dari 100 menjadi sekitar 140 bpm, dan Anda membakar hingga 6 kalori permenit.  Terjadi sedikit peningkatan tekanan darah akibat pelepasan bahan kimia yang memperluas pembuluh darah, membawa lebih banyak darah dan oksigen ke otot-otot yang sedang bekerja.

Menit 11-20

Suhu tubuh Anda terus meningkat, dan Anda mulai berkeringat. Ini karena  pembuluh darah dekat kulit meluas untuk melepaskan panas. Ketika kecepatan Anda meningkat, Anda akan membakar 7 kalori permenit dan bernapas lebih keras. Hormon seperti epinefrin dan glukagon meningkat untuk melepaskan bahan bakar untuk otot.

Menit 21-45

Anda mulai merasa santai dan lebih segar karena tubuh semakin banyak melepas hormon endorfin atau hormon gembira dan penyemangat. Semakin banyak lemak yang dibakar dan kadar insulin turun. Ini adalah berita baik berita bagi siapa pun yang sedang berjuang melawan kelebihan berat badan atau diabetes.

Menit 46-60

Otot-otot Anda mungkin merasa lelah karena cadangan karbohidrat berkurang. Ketika langkah Anda melambat terjadi, penurunan denyut jantung dan pernapasan Anda juga ikut melambat. Anda akan membakar kalori lebih sedikit dibanding sebelum Anda mulai berjalan, tapi pembakaran kalori di tubuh Anda akan tetap berlangsung selama satu jam setelah Anda berhenti. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X