Kompas.com - 22/12/2015, 22:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com – Ritual mencari kado natal merupakan tradisi menyenangkan untuk dikerjakan setiap tahun.

Hal ini semakin mengasyikkan jika dilakukan bersama keluarga, sahabat, dan pasangan terdekat.

Namun, jika anggaran kurang memungkinkan, apakah boleh melakukan untuk mendaur ulang kado?

Menurut banyak pakar etika, sebenarnya hal ini sebenarnya kurang baik dan sopan.

Namun percayalah, banyak orang yang mendaur ulang kado.

Diane Gottsman, Pakar Etika, mengatakan, sebelum melakukan daur ulang kado natal, Anda harus memeriksa barang yang akan diberikan dengan rinci.

Pastikan, jangan terlihat goresan atau apa pun yang menandakan bahwa kado tersebut bukan barang baru. Sebab, bisa-bisa orang

Menurut Gottsman, Anda juga harus memikirkan perasaan dan hati si peneriman kado jika tahu apa yang Anda berikan padanya bukan barang baru.

Gottsman menguraikan aturan mendaur ulang kado natal, seperti terurai berikut ini:


1. Regifting  (memberikan kado untuk Anda ke orang lain) diperbolehkan jika Anda yakin bahwa barang tersebut benar-benar diinginkan oleh si calon penerima.

2. Produknya masih baru, dilengkapi dengan kotak dan instruksi asli. Selain itu, masih belum pernah Anda gunakan sama sekali.

3. Kado yang Anda berikan pada orang lain, bukanlah sebuah produk di mana sang pemberi hadiah pertama (untuk Anda) mengharuskan Anda untuk merawatnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X