Kompas.com - 07/01/2016, 11:02 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf


KOMPAS.com --
Berdasarkan pakar kencan dan hubungan, James Preece, ada sebuah fenomena yang banyak terjadi pada para lajang, yakni bersikaip emotionally unavailable atau secara emosional terlihat seperti orang yang tak memerlukan pasangan.

"Ini sebenarnya seperti membangun 'dinding' di sekitar diri yang bertujuan untuk tempat berlindung. Namun, hal itu justru membuat Anda semakin tidak  bahagia, tidak merasakan cinta, dan seperti tidak mengijinkan orang lain untuk jatuh hati pada Anda," ujar Preece.

Ciri-ciri orang yang memiliki kecenderungan seperti itu, kata Pearce, mudah dilihat. Umumnya, mereka sering berkomentar negatif, berkeluh kesah, sering melipat tangan, dan membungkuk.

"Orang yang mengalami emotionally unavailable dapat tampil sangat percaya diri dan terlihat meyakinkan di awal. Mereka juga biasanya memiliki tingkat keberhasilan tinggi di kehidupan dan karier, yang mengharuskan mereka untuk dapat mengendalikan emosi," urainya.

Namun, Preece mengingatkan, ketika mencoba membiarkan seseorang masuk dalam kehidupan, mereka biasanya terbilang ragu untuk membuka diri.

Kabar baiknya, Preece mengatakan bahwa orang yang mengalami emotionally unavailable dapat berubah.

"Cobalah untuk terbuka dengan hal-hal positif, yang membuat Anda bahagia dan merasa baik," terangnya. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Anda tak perlu meruntuhkan tembok yang telah Anda buat untuk perasaanmu. Anda hanya perlu membangun jendela. Ini hanya dapat terjadi apabila membiarkan orang lain masuk. Secara perlahan, Anda dapat mengeluarkan emosional yang sesungguhnya. Berikan mereka kesempatan dan Anda tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi," sarannya.



Sumber Dailymail
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X