Kenalkan... Kantor Bebas Stres!

Kompas.com - 17/03/2016, 11:24 WIB
Secara bisnis, kondisi kesehatan mental pegawai seperti itu juga bakal merugikan perusahaan. Stres akan menggiring pegawai pada penyakit dan mengurangi produktivitas pegawai. ThinkstockSecara bisnis, kondisi kesehatan mental pegawai seperti itu juga bakal merugikan perusahaan. Stres akan menggiring pegawai pada penyakit dan mengurangi produktivitas pegawai.
|
EditorLatief


KOMPAS.com – Berdasarkan riset salah satu perusahaan Australia, MediBank, desain gedung ramah lingkungan menjadi faktor penentu yang mampu meningkatkan produktivitas pegawai. Sirkulasi udara dan penerangan ramah mata justru mampu membuat karyawan betah bekerja.

Penelitian tersebut menyebutkan 70 persen karyawan merasakan lebih sehat dan 66 persen lebih produktif dari biasanya ketika bekerja digreen building. Selain itu, 79 persen karyawan turut mengakui mereka menjadi lebih mudah bekerja sama menyelesaikan pekerjaannya di gedung itu.

Bagaimana pun, kantor sudah menjadi layaknya rumah kedua, yang mau tak mau harus disambangi demi sesuap nasi bagi sebagian besar karyawannya. Untuk mereka ini, lumrah menghabiskan minimal delapan jam per hari di kantor bersama tumpukan tugas untuk mengejar tenggat waktu dan target perusahaan.

Tuntutan pekerjaan tanpa sadar memang dapat membawa banyak dampak negatif bagi pegawai. Salah satunya stres atau depresi. Plus, gaji yang mereka terima belum tentu sepadan. Padahal, secara bisnis, kondisi kesehatan mental pegawai seperti itu juga bakal merugikan perusahaan. Stres akan menggiring pegawai pada penyakit dan mengurangi produktivitas pegawai.

Karena itu, para pengambil kebijakan di perusahaan sudah seharusnya menerapkan kantor hijau untuk menjaga produktivitas dan kenyamanan kerja pegawai. Di antara perkantoran yang sudah memakai sistem itu adalah gedung Deloitte di Amsterdam. Konsep kantor konvensional mulai mereka tinggalkan dan mengubahnya menjadi komunitas kerja.

Pegawai di Deloitte tidak lagi bekerja di meja atau kubikel pribadi tetapi bebas memilih lokasi kerja di area kantor. Di sini tersedia banyak kursi beserta lampu dan sambungan listrik yang bisa dipakai siapa saja. Mata pegawai pun akan selalu disegarkan dengan pemandangan luar karena setiap ruang kerja hanya berjarak 23 feet—sekitar delapan meter—dari jendela.

Untuk mendukung kesehatan "penghuninya", elemen gedung yang disebut The Edge ini dibuat dari kaca sehingga cahaya matahari menjadi penerangan utama ruangan. Ventilasi kantor pun dirancang terbuka agar terjadi pergantian alami udara.

Akses masuk gedung Deloitte untuk para karyawan sudah berupa aplikasi ponsel. Dari situ, para pekerja bisa tahu tempat duduk, ruang rapat, dan tempat parkir yang dapat dipakai, hingga mengatur pencahayaan di tempat kerjanya.

Pengelolaan infrastruktur dapat dilakukan jarak jauh melalui smartphone atau gawai lain semacam itu. Hal tersebut bisa terwujud antara lain karena kehadiran sistem SmartStruxure dari Schneider Electric. Sistem ini juga punya kemampuan manajemen energi gedung, mulai dari pemakaian panel tenaga surya untuk memasok sampai penyimpanan energi di ruang bawah tanah.

Thinkstock Pegawai di Deloitte tidak lagi bekerja di meja atau kubikel pribadi tetapi bebas memilih lokasi kerja di area kantor. Di sini tersedia banyak kursi beserta lampu dan sambungan listrik yang bisa dipakai siapa saja.

Fasilitas

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X