Ini 17 Makanan Olahan yang Sehat Menurut Ahli Gizi

Kompas.com - 01/04/2016, 07:15 WIB
Thinkstockphotos.com Ilustrasi

KOMPAS.com - Makanan olahan kerap dinilai sebagai makanan yang kurang sehat. Makanan olahan yang melalui pemrosesan dan disimpan dalam suatu wadah dianggap memiliki nilai gizi rendah.

Meski demikian ada beberapa makanan olahan yang memiliki nilai gizi yang baik. Berikut 17 makanan olahan yang direkomendasi oleh sejumlah ahli gizi.

1. Yogurt
Yogurt memang makanan olahan. Tetapi, bukan berarti Anda harus menghindari konsumsi yogurt. Menurut ahli gizi Rebecca Lewis yogurt merupakan sumber protein, vitamin B12, kalsium, dan sumber probiotik. Pilih yogurt dengan kadar gula rendah atau kurang dari 12 gram per takaran saji.

2. Sayuran dibekukan
Tak ada yang salah dengan sayuran yang dibekukan. Sayuran ini memang diproses, tetapi tetap mempertahankan nutrisi dalam sayuran.

Menurut ahli diet dan pendiri The WellNecessities, Lisa Hayim, sayuran beku bahkan mungkin lebih kaya nutrisi dibanding sayuran segar karena saat dipetik dan dibekukan masih mengandung nutrisi tinggi.

3. Saus tomat
Saus tomat mengandung kadar likopen yang cukup tinggi dibanding tomat segar. Likopen dipercaya dapat melawan sel kanker. Untuk mendapat manfaat terbaik, pilihlah saus tomat yang kandungan gula dan garamnya rendah.

"Memilih varietas dengan kurang dari 140 mg sodium per takaran saji adalah pilihan terbaik," ahli nutrisi Erin Palinski-Wade.

4. Fermentasi kubis
Makanan khas Jerman, Sauerkraurt merupakan kubis yang diiris halus dan difermentasi. Menurut Palsinski, fermentasi kubis memiliki manfaat bagi kesehatan.


"Sauerkraut kaya probiotik yang membantu menyehatkan pencernaan. Sauerkraut juga kaya serat, sumber vitamin A dan vitamin C,"kata Palsinski. Bahkan, menurut beberapa penelitian, sauerkraut diduga memiliki sifat mencegah kanker payudara.

5. Kacang kalengan
Ada banyak jenis kacang-kacangan. Kacang yang diolah dan ditempatkan dalam kaleng  juga tetap mengandung nutrisi. Menurut Palsinski, kacang olahan dikemas dengan tetap mengandung zat besi, serat larut, pati resisten, dan sumber protein nabati. Pilihlah produk yang rendah sodium.

6. Granola
Granola merupakan sereal praktis yang biasa dikonsumsi untuk sarapan. Beberapa granola merupakan sumber protein dan serat. Sayangnya, banyak pula perusahaan yang menambah gula maupun madu pada olahan granola.

Untuk itu, cermatilah label kemasan granola dan pilih yang tidak diberi gula tambahan. Kandungan yang tepat, yaitu kurang dari 10 gram gula per takaran saji.

7. Burger vegetarian
Burger dikenal sebagai junkfood. Namun, untuk burger vegetarian masih terdapat kandungan nutrisi yang baik. BUrger vegetarian juga merupakan sumber protein. Burger terbuat dari ekstraksi kacang kedelai.

Halaman Berikutnya
Halaman:


EditorBestari Kumala Dewi
Sumbertime.com

Close Ads X