Pengobatan Diabetes Habiskan 33 Persen Biaya Kesehatan dari BPJS

Kompas.com - 09/04/2016, 15:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Penyakit diabetes melitus termasuk dalam penyakit yang menghabiskan biaya kesehatan besar karena tidak bisa disembuhkan dan kerap menimbulkan komplikasi.

Besarnya pembiayaan kesehatan akibat diabetes terlihat dari klaim Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan hingga 2015.

Diabetes dan komplikasinya termasuk penyakit katastropik yang menghabiskan 33 persen biaya kesehatan yang dikeluarkan BPJS Kesehatan atau sekitar 3,27 triliun rupiah.

”Biaya itu mencakup pasien yang datang dengan kasus utama diabetes, komplikasi akibat diabetes, dan diabetes sebagai komorbiditas (penyerta) dari penyakit lain,” kata Kepala Grup Penelitian dan Pengembangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Togar Siallagan, seperti dikutip dari Harian Kompas (9/4/16).

Dari seluruh pasien diabetes, 382.680 orang berobat dengan penyakit utama diabetes atau diabetes sebagai penyakit penyerta. Sisanya, 430.693 pasien, berobat karena penyakit lain walaupun menderita diabetes. Mereka umumnya sudah mengalami komplikasi berbagai penyakit lain, seperti luka gangren, gangguan penglihatan, gagal ginjal, penyakit jantung, dan stroke.

Besarnya jumlah pasien diabetes dengan komplikasi, kata Sekretaris Jenderal Perkumpulan Endokrinologi Indonesia Em Yunir, dipicu lemahnya kesadaran masyarakat mengontrol gula darah dan mengubah pola hidup meski kadar gula darahnya di atas normal. Masyarakat baru ke dokter setelah ada gangguan.

”Di fase awal, diabetes tidak menimbulkan gangguan sehingga banyak orang abai,” katanya.

Meski demikian, beban riil negara terhadap diabetes dipastikan jauh lebih besar dari Rp 3,27 triliun. Hingga 2015, baru 60 persen penduduk yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Masih banyak pasien diabetes yang membayar sendiri pengobatannya.

Selain itu, baru 30 persen penderita diabetes yang terdiagnosis. Itu pun belum semua mendapatkan pengobatan optimal.

Kondisi itu membuat pengeluaran kesehatan rata-rata pasien diabetes Indonesia sangat kecil. Tahun 2015, rata-rata pasien mengeluarkan 171 dollar AS atau Rp 2,2 juta. Itu jauh lebih kecil daripada pengeluaran rata-rata pasien diabetes dunia sebesar 1.622 dollar AS atau Rp 21,2 juta.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X