Ini Manfaat Menari bagi Kesehatan

Kompas.com - 13/04/2016, 21:10 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pertunjukan tari Bali memeriahkan hari raya Kuningan di Pura Sakenan, Pulau Serangan, Denpasar, Bali, Sabtu (8/9/2012). Hari raya Kuningan menutup rangkaian hari raya Galungan yakni 10 hari sesudahnya. Kata kuningan sendiri memiliki makna ka-uningan yang artinya mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya.

KOMPAS.com - Menari ternyata tak hanya menyenangkan, tetapi juga menyehatkan. Menari pun tak sekedar menggerakkan tubuh, tetapi bagaimana tubuh dapat bergerak seirama dengan alunan musik. Saat itulah, otak bekerja, mengatur tubuh untuk bergerak mengikuti musik.

Selama ini, mereka yang suka menari mungkin tak pernah menyadari manfaatnya. Berikut manfaat menari bagi kesehatan seperti dikutip dari Medical Daily.


1.Memberbaiki koordinasi tubuh

Menari merupakan gerakan tubuh yang indah dengan menyelaraskan aktivitas fisik dan psikologis. Ketika bergerak, neuron akan mengontrol otot-otot memengaruhi sendi, gerakan, dan keseimbangan. Sistem saraf mengaktifkan kelompok otot yang kemudian memunculkan berbagai gerak.

Bagaimana tangan bergerak lebih lembut, lebih cepat, mata bergerak ke kiri dan tangan, hingga kaki diangkat, semua adalah koordinasi sistem di otak dengan tubuh.

 

2. Menguatkan memori otot

Menari bisa meningkatkan fungsi otak, salah satunya bagian memori otot yang memungkinkan seseorang melakukan tarian dengan benar secara refleks atau tanpa perlu berpikir.

Menurut neuroscientist Daniel Glaser, hal tersebut dapat terjadi karena setiap gerakan tari sudah direkam oleh otak.

Dr. Becca Rodriguez dari San Diego Ballet, The Academy of Performing Arts of San Diego, dan San Diego Symphony mengatakan, gerakan menari dapat merangsang sel-sel memori otot, yang disebut sel B.

Sel tersebut diaktifkan setiap mengulang gerakan saat menari. Penari akan otomatis mengingat koreografi dan melakukan tarian mengikuti irama musik.

 

3.Meningkatkan aktivitas otak kecil

Kebiasaan menari menyebabkan pergeseran aktivitas di bagian otak besar (cerebrum) yang mengontrol gerakan dan berpikir, menjadi di otak kecil (cerebellum)--bagian otak yang mengontrol keseimbangan. Hal ini membuat tubuh akan lebih mudah melakukan gerakan.

Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Cerebral Cortex, ditemukan gerakan berulang dengan berputar-putar seperti balerina dapat meningkatkan ukuran otak kecil dan mengurangi rasa pusing.

Halaman Berikutnya
Halaman:


EditorBestari Kumala Dewi

Close Ads X