Ingin Bikin Jas di Penjahit David Beckham? Siapkan Dana Rp 75 Juta

Kompas.com - 15/04/2016, 07:01 WIB
GQ Kathryn Sargent, penjahit setelan jas pria favorit David Beckham.

KOMPAS.com – Kathryn Sargent, merupakan nama andalan dalam industri mode dunia karena berhasil menjadi penjahit resmi keluarga Kerajaan Inggris dan David Beckham.

Tak perlu banyak promosi, hasil jas jahitan Sargent yang sering membalut tubuh gagah Beckham, sudah merupakan bukti nyata bahwa kepiawaiannya berhasil menyempurnakan penampilan sang mantan pesepak bola asal Inggris tersebut.

Sekarang, Sargent telah mencetak sukses dengan membuka butik jahit pesanan di kawasan Savile Row, London.

Savile Row adalah jalanan paling ikonik dalam sejarah busana, terutama setelan jas pria di London. Kawasan ini merupakan lokasi di mana Anda bisa menemukan butik jahit dari para penjahit terkemuka di dunia.

Kehadiran Sargent di Savile Row merupakan sebuah fenomena di perjalanan sejarah penjahit di London.

Sebab, Sargent adalah penjahit wanita pertama yang sukses membuka butik jahit di area tersebut.

Uniknya, perjalanan karier Sargent sebagai penjahit wanita berawal dari sebuah pekerjaan menggunting kain di Savile Row.

Seiring waktu, dia terus menjajaki puncak karier dalam seni menjahit busana pria.

Tak sia-sia, Sargent pun berhasil terpilih sebagai satu-satunya wanita yang pernah menjabat sebagai pemimpin divisi gunting kain di sebuah butik jahit ternama, Gives and Hawkes.

Anda yang berminat menjahit setelan jas di butik Sargent, maka Anda harus mempersiapkan dana sebesar 4200 poundsterling atau setara dengan Rp 75 juta, untuk satu koleksi bespoke suit (setelan jas yang dijahit sesuai kualifikasi klien)

Namun, harga tersebut masih bisa negosiasi menjadi angka yang lebih terjangkau dengan memilih jas made-to-measure (jahitan dengan contoh yang disediakan butik dan akan disesuaikan dengan ukuran tubuh klien).

Sargent mengaku bahwa dirinya belum memiliki rencana jangka panjang dengan butik jahit terbarunya tersebut.

Namun, dia memiliki misi yang berbeda dibandingkan butik jahit lainnya.

“Savile Row terbentuk menjadi jalan yang tua dan maskulin, tetapi aku ingin mengubahnya agar lebih bersahabat pada dua jender, pria dan wanita,” jelas Sargent.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Editor Syafrina Syaaf
SumberGQ
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X