Banyak Aturan Sebelum “Medical Check-Up”, Buat Apa? - Kompas.com
BrandzView
Halaman ini merupakan kerja sama antara Prodia dan Kompas.com

Banyak Aturan Sebelum “Medical Check-Up”, Buat Apa?

Kompas.com - 19/04/2016, 12:27 WIB
Dok Prodia Konsultasikan ke dokter jika hasil medical check up ada kelainan.

KOMPAS.com – Ada sederet prosedur yang harus dijalani seseorang untuk persiapan menjalani medical checkup (MCU). Di antara prosedur sebelum pemeriksaan kesehatan menyeluruh itu adalah puasa, larangan minum obat, dan anjuran tidur cukup sebelum mengikuti tes.

Sering kali, sederet prosedur pra-MCU itu diabaikan. Bisa jadi, ketidaktahuan terhadap tujuan persiapan menjadi alasan pengabaian. Padahal, persiapan menjelang MCU tersebut akan berdampak pula pada akurasi hasil pemeriksaan dan tindak lanjutnya.

Apa sebenarnya alasan dan tujuan dari persiapan-persiapan tersebut?

Puasa

Biasanya, anjuran puasa dilakukan untuk jangka waktu 10 jam sampai 12 jam. Selama jam puasa, pasien tidak diperbolehkan mengonsumsi apapun, kecuali air mineral.

Beberapa pemeriksaan laboratorium yang mewajibkan puasa antara lain  pemeriksaan glukosa, kolesterol, urea, dan asam urat.

Makanan dan minuman yang dikonsumsi akan diserap oleh tubuh ke dalam aliran darah dan langsung berdampak pada sistem metabolisme, terutama terkait kadar glukosa darah.

Konsumsi obat

Beberapa obat memiliki dampak langsung terhadap hasil tes darah. Obat dari golongan steroid, misalnya, berdampak pada peningkatan kadar kolesterol.

thinkstockphotos Ilustrasi

Namun, bila pengkonsumsian obat tak dapat dihindari, pasien bisa menginformasikan obat-obatan yang dikonsumsi itu pada petugas laboratorium.

Olahraga

Anjuran untuk tidak berolahraga atau melakukan aktivitas yang berat sebelum menjalani MCU juga berdasarkan alasan dampaknya terhadap tekanan darah.

Wajar saja sesudah olahraga ada kecenderungan tekanan darah meningkat. Namun, bila situasi ini terjadi menjelang dan saat MCU, hasil tes laboratorium bisa mendiagnosa seseorang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi).

Tekanan darah tinggi dapat berimplikasi pada penyakit jantung, ginjal, dan penurunan produktivitas kerja.

Tidur cukup

Kualitas dan kuantitas tidur memiliki kaitan pula dengan tekanan darah. Pertanyaannya, berapa waktu tidur yang cukup itu?

THINKSTOCK.COM Ilustrasi

Pada 2015, National Sleep Foundation (NSF) mengadakan panel diskusi membahas sekitar 300 penelitian tentang tidur. Diskusi diikuti oleh 18 ilmuwan medis dan para peneliti.

Hasilnya, waktu tidur yang ideal untuk orang dewasa berusia 18  tahun hingga 64 adalah 7 jam sampai 9 jam.

Waktu tes

Di luar prosedur, ada anjuran pula MCU dilakukan pada pagi hari. Meski tidak diwajibkan, anjuran ini bisa jadi pertimbangan karena juga ada alasannya.

Pada dasarnya, tubuh memiliki waktu biologis. Nah, pagi hari adalah keadaan terbaik tubuh setelah semalaman beristirahat penuh.

Terlebih lagi, aktivitas yang dilakukan tubuh pada pagi hari belum terlalu berat. Harapannya, MCU akan memberikan hasil lebih akurat dengan pilihan waktu ini.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorPalupi Annisa Auliani