Kompas.com - 30/05/2016, 21:35 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Teori yang lama beredar, resmi tidak resmi, wanita cenderung tertarik dan jatuh cinta dengan seorang pria yang mirip dengan ayah mereka, baik secara fisik serta kepribadian.

Menurut Dr Judith Wright dari Illonis, Chicago, menjelaskan bahwa banyak wanita mengalami pre-sexual programming yang terjadi saat usia masih muda. Pasalnya, anak-anak melihat dan memahami hubungan antarmanusia dari orangtua masing-masing.

Rasa ingin memiliki pasangan seperti ayah, biasanya terjadi pada wanita yang semasa kecil diasuh oleh ayah yang penyayang.

Kondisi itu juga terlihat pada wanita yang memiliki ayah kurang peduli pada anak. Sebab, wanita memiliki harapan untuk bisa memperbaiki apa yang rusak di masa kecil dengan membimbing pasangan pria menjadi lebih baik.

“Anda mungkin berpikir, Anda berpasangan dengan pria yang sama sekali tidak mirip dengan ayah Anda, tetapi secara tidak sadar pikiran Anda akan terus mencari kenyamanan yang pernah Anda rasakan di masa kecil,” jelas Wright.

Lalu, Dr Wright mengatakan bahwa dia pernah memiliki klien yang hanya mau berkencan dengan pria kaya. Pilihannya itu merupakan sikap berontak kepada ayahnya yang dulu tidak memiliki cukup uang untuk menjadikan kehidupan lebih mudah.

Kebanyakan, faktor memilih pasangan hidup dalam kehidupan wanita tidak selalu berkaitan dengan materi. Masa kecil dan latar belakang yang mengawali proses pendewasaan adalah pertimbangan dasar wanita dalam memilih pasangan.

Seorang profesor psikolog dari Colorado State University dan rekan penulis The Science of Relationship, Jennifer Harman, mengonfirmasi penjabaran Dr Wright.

Harmann mengatakan bahwa wanita memilih pasangan mirip dengan ayah mereka bisa jadi merupakan dinamika yang sehat dan menenangkan.

“Jika ada seseorang yang tidak menghargai diri sendiri karena pola asuh orangtua, mereka akan mencari hubungan dengan seseorang yang membuat mereka semakin tidak menghargai diri sendiri,” ujar Harmann.

Dr Wright menambahkan bahwa wanita yang tidak memiliki seorang panutan semasa kecil, biasanya cenderung mencari pasangan dengan usia yang jauh lebih tua.

Kondisi itu dikarenakan mereka ingin mencari kasih sayang, hubungan yang stabil, kekuatan, dan figur ayah dalam kehidupan mereka.



Sumber Daily Mail
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X