Gagal Lalui 3 Konflik Ini, Pernikahan Anda Bakal Kandas

Kompas.com - 31/05/2016, 07:03 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com — Biasanya, masa pacaran adalah masa paling indah. Tentunya, segala hal terasa indah dan bahagia untuk mereka yang dimabuk asmara.

Namun, hari penuh bunga-bunga dan rayuan tersebut, setelah memasuki tahap pernikahan, acap kali mengalami perubahan seiring munculnya ragam masalah dari waktu ke waktu.

Sejumlah pakar hubungan dan pernikahan menelusuri tiga besar masalah yang sering dialami oleh pasangan suami istri di dunia.

Tiga masalah ini, menurut para pakar, bisa memicu pertengkaran berkelanjutan yang jika tidak bisa diatas dan dilalui, bisa berujung pada perceraian.

Berikut uraiannya:

Punya anak atau tidak punya anak?

Pilihan memiliki anak atau tidak, jumlah anak, dan nama anak, bisa jadi Anda anggap sebagai percakapan kasual yang merefleksikan hubungan asmara telah bergulir serius.

Namun, terkadang, pilihan memiliki anak tidak semudah yang Anda pikirkan. Sebab, ada beberapa orang di muka bumi ini yang memilih tidak mau memiliki anak.

“Sepasang kekasih menikah dengan prinsip tidak memiliki anak. Namun, seiring waktu, salah satu pihak berubah pikiran. Kondisi ini bisa menjadi kerikil yang menghadirkan pertengkaran dan luka,” jelas Collen Mullen, PsyD, konsultan hubungan di San Diego, AS.

Menurut Mullen, perubahan pikiran dan prinsip dapat dianggap sebagai pengkhianatan oleh pihak yang tidak mau punya anak.

Lalu, untuk pihak yang mendambakan keturunan dan memilih diam, maka kondisi tersebut merupakan siksaan yang membatasi opsi dalam kehidupan di masa depan.

Perselingkuhan

“Pengkhianatan cinta lewat perselingkuhan, tak bisa dimungkiri, otomatis meninggalkan luka mendalam dan kekecewaan terus-menerus,” jelas Audrey Hope, Relationship Expert dari situs AskAudreyNow.

Hope mengatakan, ada empat kemungkinan pasangan terus melanjutkan hubungan setelah salah satu dari mereka tertangkap selingkuh:

  1. Memori masa bahagia di awal hubungan
  2. Takut untuk memulai hubungan baru
  3. Masalah keuangan
  4. Anak

Namun, kenyataannya perselingkuhan telah menghadirkan luka permanen sehingga membuat seseorang sulit untuk kembali menata perasaan mereka seperti sedia kala.

“Memang, ada yang bisa memaafkan, tetapi tidak bisa melupakan, akan selalu ada kekhawatiran dan rasa khawatir. Cepat atau lambat, hubungan yang pernah rusak karena selingkuh jarang bisa diperbaiki dan kembali sehat,” bebernya.

Tidak cocok dengan ipar

Konflik atau tidak cocok dengan ipar biasa terjadi di sejumlah besar pasangan suami istri. Namun, Anda harus percaya bahwa kondisi saling tidak komunikasi dan menegur antara pasangan dengan ipar bisa menjadi bom waktu dalam pernikahan.

“Kebanyakan pasangan akhirnya berdamai dengan pihak ipar, tetapi suhu panas akan selalu mewarnai kehidupan rumah tangga Anda berdua,” jelas Molly Lizzio, seorang terapis berlisensi untuk masalah keluarga dan hubungan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X