3 Langkah Redakan Amarah karena Kebodohan Rekan Kerja

Kompas.com - 17/06/2016, 07:02 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COMIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Kala seorang rekan kerja tengah menguji kesabaran Anda dengan sejumlah kebodohan yang mereka lakukan, maka kondisi ini akan menciptakan perputaran hormon dalam tubuh yang merugikan diri sendiri.

Rasa jengkel terhadap perilaku orang lain akan mengirimkan sinyal elektrik pada hormon stres, yaitu kortisol. Parahnya, koneksi ini akan menguraikan stres dalam tubuh dan pikiran.

Seiring waktu dengan semakin banyaknya ancaman dan beban yang Anda hadapi, aktivasi stres dalam tubuh pun semakin cepat terjadi.

Menurut Loretta G. Breuning PhD., penulis buku bertajuk Habits of a Happy Brain: Retrain Your Brain to Boost Your Serotonin, Dopamine, Oxytocin, & Endorphine Levels, ada sejumlah hormon dalam tubuh yang bisa membuat emosi Anda terus memuncak atau mereda akibat pengaruh buruk dari lingkungan sekitar.

Breuning mengatakan bahwa sumber stres dan tekanan yang di alami banyak orang dewasa ini adalah pekerjaan, terutama rekan kerja yang kompetitif, bodoh, dan tidak bertanggungjawab.

Oleh karena itu, Breuning menyarankan Anda melakukan tiga cara berikut ini:

Lawan hormon kortisol

Saat sedang merasa emosi dan merah, tubuh pun memproduksi hormon stres bernama kortisol.

Sayangnya, otak manusia dirancang untuk mawas terhadap ancaman ketika kortisol aktif.

Cara terbaik untuk melawan kortisol ini adalah dengan melakukan hal-hal menyenangkan, seperti misalnya, mendengarkan musik yang menenangkan sehingga emosi menjadi lebih dingin dan reda.

“Saat aku sedang merasa marah dan tegang, aku memilih membuat grafik, memotong sayuran, dan membaca email dari pembacaku. Terkadang, aku memilih stretching sembari menonton film televisi favoritku,” jelas Breuning.

Aktifkan hormon dopamin

Hormon dopamin adalah hormon bahagia yang akan menyingkirkan kortisol dari tubuh Anda.

Jangan biarkan kelakuan rekan kerja yang menjengkelkan membuat produksi dopamin dalam tubuh menyusut dan turun.

Caranya, bangun pikiran positif, tertawa, dan menyanyi untuk mengaktifkan hormon tersebut.

Anda perlu tahu, orang-orang dengan level dopamin tinggi memiliki peluang sukses lebih tinggi ketimbang mereka yang selalu marah-marah dan mengeluh selama bekerja di kantor.

Serotonin membuat Anda merasa dihargai

Ketika Anda merasa dihargai oleh orang lain, maka tubuh memproduksi hormon bernama Serotonin.

Serotonin membuat Anda merasa bangga, merasa dihargai, dan merasa memiliki kontribusi positif dalam suatu lingkungan sosial.

Breuning menyarankan, lain waktu rekan kerja membuat Anda “sakit kepala”, cobalah mengingat masa-masa di mana Anda merasa orang lain menghargai kerja Anda dan merasa kehadiran Anda menciptakan dampak baik pada banyak orang.

Ancaman dari pihak luar, kata Breuning, membuat Anda melupakan momen ketika Anda merasa dihargai. Oleh karena itu, basmi kortisol dengan aktif memproduksi serotonin.

Jadi, fokuskan pikiran pada tugas dan pekerjaan yang membuat merasa dihargai ketimbang mengingat penghargaan yang tidak Anda miliki.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X