Seniman Ini adalah Wanita Indonesia Pertama yang Gelar Ekhsibisi Tunggal di Inggris

Kompas.com - 01/07/2016, 20:34 WIB
Christine Ay Tjoe

KOMPAS.com –- Indonesia boleh berbangga, salah satu senimannya telah menorehkan nama di Inggris.

Diadakan di cabang Bermondsey dari galeri ternama White Cube yang juga menjadi rumah untuk seniman kelas dunia seperti Tracey Emin, Damien Hirst dan Marc Queen; Christine Ay Tjoe menjadi wanita Indonesia pertama yang menggelar eksibisi tunggal di negara tersebut.

Untuk eksibisi ini, Christine menciptakan 12 lukisan baru yang menjadi jendela kontemporer untuk zaman konsumerisme yang global ini.

Melalui goresan kuat yang saling bertubrukkan, dia menggambarkan kondisi urbanitas yang tinggi, kepadatan penduduk, informasi yang berlebih, serta keserakahan yang tidak bisa dihentikan dan dorongan kompetisi.

Diwawancari melalui surat elektronik oleh Kompas.com, Jumat hari ini (1/7/2016), Christine menjelaskan alasannya memilih tema tersebut.

“Saya bagian dari masyarakat global dan keperdulian saya adalah pada hidup manusia dengan kualitas yang baik. Kalo saya menghubungkan masa depan dengan consumer age saat ini, rasanya saya perlu berbagi ide untuk mempertahankan nilai kemanusiaan," ungkapnya.

Christine melanjutkan, “Saya lakukan melalui interaksi dengan karya dalam pameran ini, menilai dan mengoreksi diri sendiri... Untuk tetap dalam kondisi sadar; tidak kehilangan rasa manusiawi.”

Demonic Possesion, 2016

 

Lalu, Christine juga berkata, “Saya bicara tentang kecenderungan yang terjadi di lapisan masyarakat tertentu, yang semakin pandai menyembunyikan sisi kejamnya, lihai mengerahkan kemampuannya untuk membuat impresi mulia.”

“Ini digambarkan dengan ekspresi kejam yang berada diantara tone harmonis, indah, yang jelas tujuannya untuk meminimkan prediksi buruk,” ujarnya.

Bila Anda sempat ke Inggris di antara tangal 13 Juli 2016 hingga 11 September 2016, Christine dan White Cube mengundang Anda untuk menghadiri eksibisi ini dan merefleksikan zaman konsumerisme yang global ini.

Just bring yourself as yourself, pengalaman seperti ini saya rasa akrab untuk siapapun di zaman konsumerisme saat ini,” pungkasnya.

Concealer Player, 2016


EditorShierine Wangsa Wibawa

Close Ads X