Terlalu Sering Menonton TV Sebabkan Anak Berisiko Osteoporosis

Kompas.com - 21/07/2016, 09:05 WIB
Shutterstock Ilustrasi.

KOMPAS.com - Penelitian ini melibatkan anak-anak dan remaja sejak usia prasekolah hingga 20 tahun, usia di mana massa tulang umumnya tak bertambah lagi.

Para peneliti melaporkan dalam Journal of Bone and Mineral Research, anak-anak yang menghabiskan waktu lebih banyak untuk menonton TV di masa kecil memiliki massa tulang yang lebih rendah pada usia 20an.

"Bukan menonton televisi yang membuat tulang rapuh, melainkan duduk di depan televisi untuk waktu yang lama," kata Natalie Pearson dari School of Sport, Exercise and Health Sciences di Loughborough University Inggris.

Pearson melanjutkan, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diambil sejak 15 tahun yang lalu. Dan kini, semakin banyak anak-anak yang menonton televisi dan video, menggunakan iPad, ponsel pintar dan aplikasi. Sehingga, semakin banyak pula yang jarang bergerak dan berpotensi osteoporosis.

Dalam studi yang dipimpin oleh Joanne A. McVeigh dari Curtin University di Perth, Australia, ini orang tua dari 1.000 anak melaporkan berapa lama anak mereka menonton televisi setiap minggu pada usia 5, 8, 10, 14, 17 dan 20 tahun.

Para peneliti mengurutkan anak-anak menjadi tiga kelompok berdasarkan jumlah jam menonton. Sekitar 20 persen menonton kurang dari 14 jam televisi per minggu dan dianggap sebagai pengamat tingkat rendah yang konsisten, lebih dari 40 persen menonton 14 jam atau lebih per minggu sebagai pengamat tingkat tinggi yang konsisten, dan 35 persen lainnya mengalami peningkatan dari tingkat rendah ke tingkat tinggi selama bertahun-tahun.

Lalu, pada usia 20, peserta diminta menjalani scan X-ray untuk menilai konten mineral tulang. Para peneliti memperhitungkan tinggi badan, massa tubuh, aktivitas fisik, asupan kalsium, kadar vitamin D, alkohol, dan kebiasaan merokok pada usia 20, dan masih menemukan bahwa anak-anak yang secara konsisten tingkat tinggi menonton televisi di usia muda memiliki kandungan mineral tulang lebih rendah ketimbang anak yang jarang menonton.

Imobilisasi untuk jangka waktu lama merugikan kesehatan tulang, kata Dr. Sebastien Chastin dari Glasgow Caledonian University di Inggris, yang bukan bagian dari studi baru.

"Duduk menonton televisi membuat anak tidak mendapatkan manfaat dari aktivitas fisik sehingga dapat memicu respon fisiologis yang mengubah keseimbangan kimia tubuh yang membuat tulang kita kuat,” lanjut Chastin.

“Beberapa studi telah menunjukkan selama bertahun-tahun bahwa ada hubungan antara waktu yang kita habiskan untuk duduk dan kesehatan tulang. Kesehatan tulang yang buruk pada akhirnya dapat menyebabkan osteoporosis (penyakit tulang rapuh) yang mempengaruhi lebih dari 200 juta wanita di seluruh dunia.”

Tubuh mencapai kepadatan tulang puncak sekitar usia 22 tahun, setelah itu kepadatan tulang akan menurun dari waktu ke waktu, meskipun Anda dapat memperlambat penurunan dengan mempertahankan gaya hidup aktif dan sehat, kata Chastin.

"Olahraga adalah yang paling bermanfaat bagi kesehatan tulang," katanya.

“Masih ada cara praktis lain agar tak terlalu lama duduk, seperti bangun selama iklan, bekerja di laptop sambil berdiri, serta berdiri saat menjawab telepon dari kerabat. Hal kecil itu dapat menjaga tulang Anda tetap sehat.”


EditorBestari Kumala Dewi
SumberFox News

Close Ads X