Kompas.com - 18/08/2016, 07:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh jurnal Organizational Behaviour and Human Decision Processes, menuliskan bahwa karyawan pria berparas tampan sulit mendapatkan promosi jabatan di lingkungan kerja kompetitif.

Peneliti dari UCL School of Management menemukan bahwa pria ganteng atau tampan dianggap sangat kompeten.

Inilah alasan mengapa manajer yang sedang mencari karyawan pria baru, mereka lebih memilih seseorang dengan penampilan representatif, ketimbang yang biasa-biasa saja.

Namun, studi mengungkapkan bahwa karyawan yang tampan membuat karyawan lainnya merasa terancam.

Alhasil, ketika seorang manajer harus bersaing dengan salah satu anak buah, mereka memilih mengeliminasi karyawan tampan.

Penemuan ini tidak terlihat pada perilaku manajer terhadap karyawan wanita. Sebab, ada persepsi bahwa penampilan wanita tidak berasosiasi dengan kompetensi mereka.

“Manajer pada umumnya terpengaruh pada stereotipe dan memutuskan keputusan bisnis berdasarkan kenyamanan diri sendiri. Tujuannya untuk menyisir karyawan pria yang dianggap berkompeten menggantikan posisi mereka,” terang Sun Young Lee, Ketua Penelitian.

Sun menyarankan agar perusahaan menyerahkan proses rekrutmen pada bagian SDM atau pihak ketiga.

“Kesadaran bahwa syarat-syarat pada rektrutmen memengaruhi lingkungan kerja, maka divisi HRD harus memastikan manajer tidak memiliki sterotipe mengenai karyawan tampan. Hal seperti ini akan membantu meningkatkan proses seleksi,” urainya.

Dia merekomendasikan agar perusahaan juga melihatkan pihak lain dalam proses rektrutmen untuk memberikan penilaian yang lebih netral, terkait rekrutmen, pengembangan karier, dan promosi jabatan.



Sumber Nextshark
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X