Selain Turunkan Berat Badan, Diet "Whole 30" Bermanfaat untuk Kesehatan

Kompas.com - 14/10/2016, 10:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Program Whole30 merupakan diet baru yang kini makin populer. Selama berdiet, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi pemanis buatan, alkohol, nasi dan olahan tepung putih, susu dan beberapa makanan dengan kandungan zat aditif selama 30 hari.

Sebaliknya, Anda diminta untuk memenuhi piring Anda dengan daging tanpa lemak, makanan laut, telur, sayuran dalam jumlah banyak, buah, lemak sehat dari minyak, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Pelopor diet ini mengatakan, Whole30 akan "mengakhiri” kebiasaan makan tidak sehat, mengembalikan metabolisme yang sehat, memerbaiki kinerja saluran pencernaan, dan menyeimbangkan sistem kekebalan tubuh.

"Perubahan tersebut bisa menyebabkan penurunan berat badan, tingkat energi yang lebih tinggi, tidur yang lebih baik, meningkatkan fokus, bahkan meningkatkan kesehatan mental," kata mereka.

Beberapa ahli percaya, bahwa gula tak hanya berpotensi membuat orang gemuk, namun gula adalah racun, dan gula telah terbukti dapat memicu peradangan dan telah dikaitkan dengan depresi.

Beberapa makanan lain yang dipantang dalam daftar Whole30 juga telah dikaitkan dengan peradangan dan bahaya kesehatan.

"Whole 30 pada dasarnya adalah diet eliminasi," kata Dr David Katz, pendiri sekaligus direktur Yale University’s Prevention Research Center.

“Dengan memotong makanan tertentu, Anda dapat mengidentifikasi pemicu alergi dari makanan, penyebab kembung, nyeri tubuh, hingga kelelahan. Ini adalah pendekatan klinis dan tentu saja dapat efektif."

Walau begitu, Dr Alessio Fasano, direktur Center for Celiac Research and Treatment at Massachusetts General Hospital mengatakan, "Sistem kekebalan tubuh membutuhkan waktu tiga bulan untuk mematikan peradangan dalam tubuh. Sehingga waktu 30 hari kemungkinan besar tidak akan cukup. “

Meskipun benar bahwa semua makanan di daftar pantang milik Whole30 dapat menyebabkan peradangan atau merugikan kesehatan lainnya, itu mungkin hanya berlaku untuk sebagian orang. Untuk orang lain, memotong beberapa makanan ini akan tidak memiliki manfaat.

Menghapus beberapa makanan ini bahkan dinilai berisiko tidak sehat. Orang dengan kondisi kesehatan tertentu bisa saja mengalami risiko kesehatan yang terkait dengan kekurangan nutrisi setelah mencoba rencana Whole30 tanpa pengawasan dokter. Khususnya ,pada remaja yang masih memerlukan gizi penuh untuk pertumbuhan mereka, lanjut Fasano.

Walau begitu, banyak ahli lain yang setuju dengan Whole30.

"Ini rencana yang akan berjalan baik bagi orang dewasa dengan kondisi sehat. Kecuali mereka yang sangat lemah atau sangat sakit, Whole30 mungkin akan berdampak buruk," kata Dr Gerard Mullin, direktur Johns Hopkins Celiac Disease Clinic.

Dengan kata lain, jika Anda sehat, pola makan Whole30 bisa Anda coba. Sebaliknya, jika Anda tidak sehat, program ini bisa saja membuat Anda merasa lebih buruk.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Sumber Yahoo News
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X