Mengapa Vaksin HPV Diberikan pada Anak Usia SD?

Kompas.com - 26/11/2016, 10:12 WIB
Thinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) diketahui menjadi penyebab kanker serviks yang merupakan jenis kanker yang banyak menimbulkan kematian pada wanita. Infeksi yang mudah menular melalui hubungan seksual ini dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

Saat ini tersedia tiga jenis vaksin untuk mencegah infeksi HPV, yaitu Gardasil, Gardasil 9 dan Cervarix. Ketiga vaksin ini mencegah penularan HPV tipe 16 dan 18, dua jenis virus yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks (mulut rahim). Selain itu, Gardasil 9 juga mencegah beberapa tipe virus HPV lainnya, yaitu tipe 31,33,45,52, dan 58.

Penelitian menyimpulkan, vaksin HPV sangat efektif mencegah infeksi HPV jika diberikan sebelum seseorang terpapar virus, ini berarti sebelum aktif secara seksual. Karena itu vaksinasi idealnya dilakukan pada anak usia 9-26 tahun.

Menurut Prof.Dr.Samsuridjal Djauzi, Sp.PD, Ikatan Dokter Indonesia merekomendasikan vaksinasi HPV sejak anak berusia 10 tahun.

"Di usia itu, kekebalan tubuh lagi baik-baiknya. Vaksin HPV akan memberikan pencegahan yang sangat bagus," kata Samsuridjal dalam acara diskusi dengan Kompas.com di Jakarta (16/9/2016).

Pada usia anak, vaksin HPV diberikan dua dosis. Dosis kedua bisa diberikan setelah satu tahun kemudian. Setelah itu, anak pun akan terbebas dari ancaman kanker serviks dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh HPV.

Seperti dikutip dari situs cancer.gov, selain kanker serviks, vaksinasi HPV juga mencegah kanker anus, penyakit prakanker pada vagina dan anal, dan kutil kelamin.

Seperti semua jenis imunisasi lainnya, vaksin HPV akan merangsang tubuh membentuk antibodi yang di kemudian hari akan melawan virus jika tubuh terpapar, dan mencegah virus menginfeksi sel. Efektivitas vaksin ini melebihi 90 persen dalam mencegah infeksi penyakit akibat HPV.

Keamanan vaksin ini tidak perlu diragukan. Sebelum vaksin tersebut mendapat lisensi dari badan berwenang di berbagai negara, tentu harus dilakukan penelitian untuk menguji kemanan dan efektivitasnya.

Ribuan orang sudah diteliti dalam penelitian itu, dan sejauh ini tidak ada efek samping serius dari pemberian vaksin HPV. Efek samping yang ditemukan antara lain gejala lokal pada tempat suntikan, seperti merah dan bengkak.

Namun, vaksin ini belum diteliti pada ibu hamil, karenanya pemberian vaksin HPV tidak dianjurkan untuk  wanita yang sedang hamil.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorLusia Kus Anna
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X