Generasi Muda Percaya pada Kekuatan Hubungan Monogami

Kompas.com - 20/12/2016, 19:36 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Usia menikah yang terus meningkat menjadi lebih tua tak melulu menandakan kepercayaan yang memudar terhadap pernikahan.

Berdasarkan survei dari situs kencan Match.com yang bertajuk Singles In America terhadap 5.500 pria dan wanita lajang menunjukkan bahwa para generasi muda percaya pada pernikahan dengan satu pasangan.

Selain itu, sebanyak 90 persen wanita lajang percaya pada kekuatan cinta dan menikah dengan satu pria.

Lalu, lebih kurang 88 persen pria lajang juga memiliki pemikiran serupa bahwa cinta dengan satu orang lebih baik bisa mempertahankan keharmonisan pernikahan.

Kemudian, survei juga mengungkapkan bahwa satu dari tiga pria dan wanita lajang merasa tidak tabu atau malu untuk keluar dari pernikahan yang tak lagi langgeng dan penuh konflik.

Dr Helen Fisher, seorang pakar biologi dan antropolog, mengatakan bahwa hasil survei ini sangat masuk akal.

Dalam periode manusia hidup dengan berburu dan berkumpul, pria dan wanita, kata Fisher, memiliki pasangan lebih dari satu. Namun, mereka yang memilih menetap dalam satu wilayah tetap memiliki satu pasangan.

“Monogami dalam ilmu antropologi disebut sebagai strategi reproduksi terbaik,” pungkas Fisher.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X