5 Gejala Klamidia yang Tak Boleh Diabaikan Wanita

Kompas.com - 21/12/2016, 21:13 WIB
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Klamidia adalah infeksi seksual menular (ISM) yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Klamidia paling umum terjadi pada wanita di bawah usia 25 tahun, tapi setiap orang yang secara seksual sudah aktif, tetap berisiko.

Infeksi seksual menular ini sebenarnya umum terjadi pada pria dan wanita dan dapat menyebar melalui seks vaginal, anal atau oral. Sayangnya, gejala klamidia dapat dengan mudah diabaikan

Klamidia sering disebut sebagai infeksi senyap atau tersembunyi. Pasalnya, kebanyakan penderitanya merasa tidak mengalami gejala apapun, demikian menurut Center for Desease Control.

Pada wanita, jika klamidia tidak diobati, dapat menyebar ke rahim dan tuba falopi dan menyebabkan penyakit radang panggul. Baik radang panggul maupun klamidia yang tidak diobati dapat menyebabkan jaringan parut permanen pada organ reproduksi, menghalangi sperma dan telur bertemu dan menyebabkan infertilitas.

"Sekitar 25 persen kasus infertilitas disebabkan oleh saluran tuba tersumbat," kata Meike L. Uhler, M.D., spesialis endokrinologi dan infertilitas di Fertility Centers of Illinois.

Dalam beberapa kasus, hal ini bisa diperbaiki melalui pembedahan. Pada beberapa kasus yang lain, infertilitas yang disebabkan oleh saluran tuba tersumbat, tidak dapat diobati.

Wanita hamil dengan klamidia lebih mungkin untuk melahirkan prematur, dan dapat menularkan infeksi tersebut kepada bayinya, menyebabkan infeksi mata atau pneumonia.

Kabar baiknya adalah, klamidia sangat dapat diobati. Jika Anda dapat mengetahuinya sebelum kerusakan terjadi, Anda dapat sembuh sepenuhnya. Karena itu, pemeriksaan infeksi seksual menular secara teratur, menjadi sangat penting. Secara umum, inilah lima gejala klamidia:


1. Keputihan yang abnormal

Cairan kental yang keluar dari vagina, sebenarnya adalah hal yang normal, selama warna dan aromanya normal (bening dan tidak berbau menyengat).

Jika vagina Anda mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan, debitnya meningkat dan berbau tak sedap, bisa jadi ini merupakan indikasi adanya infeksi seperti klamidia (atau infeksi jenis lainnya).

2. Sering buang air kecil dan ada sensasi terbakar saat buang air kecil

Infeksi di saluran kencing, dapat menyebabkan sensasi tidak nyaman seperti terbakar atau sakit saat buang air kecil. Anda juga menjadi lebih sering merasa ingin ke toilet (beser).

3. Sakit dan/atau pendarahan di bagian rektal

Klamidia di dubur dapat menyebabkan nyeri dan perdarahan di daerah itu. Jika Anda memiliki gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter.

4. Nyeri di perut bagian bawah

Ini terjadi terutama jika infeksi tidak diobati dan telah menyebabkan radang panggul.

5. Sakit ketika berhubungan seks dan pendarahan sesudahnya

Klamidia dapat menyebabkan servisitis, atau radang serviks, sehingga vagina Anda menjadi ekstra-sensitif selama hubungan seksual. Juga dapat menyebabkan perdarahan setelah selesai berhubungan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SELF
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X