Membuai Pasangan di Hari Valentine, Tak Selalu Perlu Ribet

Kompas.com - 13/02/2017, 11:43 WIB
Ilustrasi kenangan yang menguatkan hubungan percintaan Thinkstock/HalfpointIlustrasi kenangan yang menguatkan hubungan percintaan
|
EditorPalupi Annisa Auliani


KOMPAS.com
– “Sederhana itu indah,” merupakan ujaran universal yang berlaku juga untuk banyak hal. Cara merayakan Valentine’s Day—hari kasih sayang—pun bukan perkecualian.

Hadiah kejutan yang berlebihan, bisa jadi malah menuai hasil tak sesuai harapan. Menirukan adegan romantis yang kerap muncul dalam film-film pun tak selalu berujung sama. Adegan memasukkan cincin di dalam makanan, misalnya.

“Tanpa sepengetahuan saya, pacar saya menyembunyikan cincin pertunangan dalam burger (yang dimakan). Gigi depan saya rusak ketika menggigitnya (burger berisi cincin),”  tulis seorang perempuan yang menjadi responden survei 1-800 Flower  yang dikutip dailymail.co.uk, Jumat (8/2/2016).

Survei terhadap 2.000 responden di Amerika Serikat itu mendapati banyak perempuan mengaku ingin mendapatkan hal sederhana tetapi berkesan mendalam sebagai hadiah Valentine-nya. Bisa saja, bukan, kehendak yang sama juga ada di hati perempuan di sini?

Sentuhan “misterius” tetap bisa jadi pilihan cara untuk menjadikan hadiah itu berkesan mendalam dan memperhangat hubungan. Caranya, temukan kejutan tak terduga, meski terkesan sederhana, tanpa perlu membuat gigi rontok seperti kisah perempuan di atas.
 
Riset Timothy D Wilson dan kawan-kawan dari Virginia University dan Harvard University pada 2004 mendapati, orang yang menerima hadiah tak terduga atau memiliki unsur misterius akan cenderung merespons positif pengalaman itu. Rasa senang yang dihasilkannya pun bertahan lebih lama.

Gali saja selera pasangan, terutama tentang hal-hal menyenangkan yang bakal mengejutkannya. Telisik aktivitas atau tempat kesukaan, atau hal yang diidamkan tetapi belum terlaksana.

Untuk membangkitkan kembali gelora rasa—terutama pada pasangan yang sudah menjalin hubungan selama beberapa waktu—bisa juga hadiah Valentine diwujudkan dalam rupa perjalanan balik ke masa-masa awal percintaan.

Wing-Yee Cheung dan kawan-kawan, dalam riset yang dipublikasi pada 2013 menemukan, nostalgia bisa meningkatkan rasa optimisme terhadap masa depan, termasuk untuk urusan percintaan.

Tak ada pengecualian soal bentuk “putar ulang masa lalu” ini, bahkan bila wujudnya adalah memberi sekuntum kembang ke pasangan.

Abadikan dan sebar

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X