Orangtua, Biasakan Anak Cerdas Saat Belanja Sejak Kecil

Kompas.com - 07/03/2017, 16:08 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, pepatah ini menggambarkan anak yang meniru sikap dan sifat orangtuanya. Oleh karena itu, orangtua harus berhati-hati dalam bersikap di depan anak-anaknya, termasuk soal berbelanja.

Menurut seorang psikolog klinis, Dra. A. Kasandra Putranto, Psikolog, faktor genetik adalah salah satu aspek yang mempengaruhi seseorang menjadi kecanduan belanja atau shopaholic.

Lantas, bagaamana seharusnya orangtua menyikapi dan mengajarkan proses belanja pada anaknya? Pertanyaan tersebut dijawab oleh Kasandra.

“Caranya simpel, bisa karena biasa. Kalau nggak biasa kan jadinya nggak bisa. Maka dari itu kita membentu kebiasaan,” ujar Kasandra beberapa waktu lalu di Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Dia melanjutkan, untuk membentuk kebiasaan sendiri, yang terbaik adalah dengan cara berpikir kognitif sehingga membiasakan anak untuk berpikir ketika belanja.

Mereka akan lebih mengetahui dan cerdas saat belanja, dan akan tahu mana barang yang benar-benar dibutuhkan dan yang tidak dibutuhkan.

“Kedua, dengan mengendalikan perilakunya, mengarahkan dari perilaku yang negatif ke arah yang lebih positif,” jelasnya.

Sebagai contoh, hindari membiasakan anak untuk berjalan-jalan di mall tanpa tujuan atau sekadar mengurangi kebosanan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X