Tuntutan Ini yang Sebabkan Banyak Ayah Ibu Modern Makin Stres

Kompas.com - 11/03/2017, 09:02 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COMIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Gaya berumahtangga zaman sekarang berbeda dengan puluhan tahun lalu di mana ibu mengurus keluarga di rumah dan ayah bekerja di kantor.

Sekarang, kebutuhan hidup yang semakin tinggi menuntut peran orangtua mengalami pergeseran, yakni ayah dan ibu sama-sama mencari nafkah untuk keluarga.

Kondisi ini otomatis menciptakan ketidakseimbangan antara waktu bekerja dan waktu keluarga.

Namun, tuntutan agar orangtua modern tetap menjaga proporsi bekerja dan keluarga tetap seimbang acap kali menciptakan tekanan hidup sehingga berujung pada stres.

Sebenarnya, apakah mustahil menyeimbangkan karier dan keluarga secara ideal?

Linda Duxbury, seorang profesor di Ottawa’s Carleton University, mengatakan bahwa semua orangtua yang bekerja paham pada kondisi tidak ada kemewahan di mana bisa sewaktu-waktu meninggalkan kantor demi menjemput anak sekolah.

“Kita tidak bicara soal bekerja untuk hidup mewah, tetapi untuk membayar cicilan rumah, makan, pendidikan anak, dan pakaian yang nyaman,” jelas Duxbury yang juga seorang rekan penulis studi mengenai konflik pekerjaan dan keluarga.

Dia tidak setuju anggapan orangtua zaman sekarang cenderung gila kerja dan mengabaikan keluarga demi memenuhi gaya hidup berlebihan.

Sebab, faktanya, satu dari tiga keluarga di Kanada mengalami gangguan finasial hebat sehingga hidup dalam garis kemiskinan ketika ayah atau ibu tidak bekerja.

“Dua sumber penghasilan zaman sekarang nilainya sam dengan satu sumber penghasilan pada era 50-an, di mana kala itu banyak wanita yang memilih menjadi ibu rumahtangga setelah menikah,” urainya.

Tuntutan untuk hidup seimbang antara waktu dan keluarga, kata Duxbury, membuat banyak orangtua berakhir stres dalam proses merealisasikannya.

“Pada akhirnya manusia akan melakukan apa yang mereka inginkan. Bahkan orangtua yang berorientasi uang bertujuan untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga mereka,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X