Apakah Celana Kompresor Bikin Lari Lebih Kencang?

Kompas.com - 17/03/2017, 14:10 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Reputasi celana kompresor makin naik ketika olahraga lari marathon semakin digemari. Celana ini dipilih pelari karena membantu kinerja saat lari. Harganya dalam rupiah hampir mencapai dua juta. Benarkah para pehobi lari yang ingin menjajal rute full marathon sejauh 42 km membutuhkan celana ini?

Baju kompresor sebenarnya sudah lama digunakan untuk meningkatkan aliran darah dan mengurangi pembengkakan. Pembengkakan itu disebut edema dan merupakan efek samping dari berbagai kondisi, dari kehamilan sampai pengobatan kanker.

Orang yang mengalami edema sering diminta dokter mengenakan stoking kompresor. Bahan kompresor tradisional seperti kaos kaki dan penutup lengan ini menurut Mayo Clinic bekerja dengan menekan organ tangan dan kaki untuk mencegah cairan (darah) berkumpul di jaringan.

Bahan kompresor itu sangat ketat di pergelangan kaki atau tangan dan kadar tekanan itu berkurang di daerah torso. Pakaian itu bekerja dengan memandu darah menuju jantung dan meningkatkan kecepatan dan volume di tempatnya mengalir.

Untuk urusan olahraga, aparel kompresor dibuat untuk membantu meningkatkan kinerja dan pemulihan lewat metode yang sama.

"Di dunia atletik, pemikiran di balik pakaian kompresor adalah untuk meningkatkan aliran darah atau oksigen ke otot," kata James Borchers, MD, direktur divisi kedokteran olahraga di Ohio State University Wexner Medical Center.

Pakaian ketat itu bakal mengurangi kejadian kram, meningkatkan kinerja dan memaksimalkan pemulihan (antara lain dengan mengurangi nyeri otot setelah olahraga). Masalahnya, studi-studi di bidang ini masih sedikit dan belum ada kesimpulan nyata bahwa baju kompresor ini bekerja seperti yang diiklankan.

"Studi yang pernah dilakukan hanya melibatkan jumlah orang yang sangat sedikit seperti 10 orang," kata Reed Ferber, peneliti dari University of Calgary dan direktur the Running Injury Clinic. Dan apa pun hasil penelitian itu, studi lainnya membuktikan kebalikannya," tambahnya. Ini tentu menyulitkan kita mengambil kesimpulan untuk populasi atlet yang lebih besar.

Berdasarkan hasil riset yang ada dan testimoni pemakainya, peneliti menyebutkan pakaian kompresor tampaknya bermanfaat untuk pemulihan dan celana khusus lari itu tak bakal menjadikan kita atlet yang lebih baik.

"Sebagian besar studi mengatakan celana itu tak akan menolong kinerja saat lari. Tak bakal membantu memperbaiki waktu tempuh saat half marathon, trail run, 5 km atau bahkan lari sprint," kata Ferber.

Halaman:


Sumber SELF
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X