Lakukan Ini untuk Mencegah Kanker Serviks seperti Diderita Julia Perez

Kompas.com - 24/03/2017, 20:17 WIB
Julia Perez didampingi Yuni Shara dalam wawancara di RSCM, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGJulia Perez didampingi Yuni Shara dalam wawancara di RSCM, Jakarta Pusat, Rabu (15/2/2017).
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Data Globocan tahun 2012 menunjukkan ada 26 wanita di Indonesia yang meninggal setiap harinya karena kanker serviks. Ini artinya, setiap 1 jam, setidaknya seorang wanita meninggal karena kanker yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) itu.

Ya, kanker serviks memang merupakan jenis kanker yang paling banyak diderita wanita di Indonesia. Di Asia Tenggara, Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara dengan jumlah kasus kanker serviks terbanyak.

Wanita yang sudah menikah berisiko tinggi terkena kanker serviks. Jika HPV telah menular saat berhubungan seksual, dalam waktu beberapa tahun atau puluhan tahun, HPV akan merusak serviks dan menimbulkan kanker.

Penyanyi Julia Perez atau Jupe adalah salah satu wanita yang sedang berjuang melawan kanker serviks. Pada November 2014 lalu, Jupe mengungkapkan bahwa ia terkena kanker serviks. Tiga bulan kemudian setelah berobat ke Singapura, Jupe sempat dinyatakan sembuh dari kanker.

Sayangnya, setahun belakangan personel Trio Cecepy ini harus kembali berjuang melawan kanker serviks yang kini sudah memasuki stadium akhir.

Kanker serviks bisa dicegah

Cara yang sudah terbukti ampuh untuk mencegah kanker serviks adalah dengan pengujian (screening) untuk mencari lesi pra-kanker sebelum mereka berubah menjadi kanker invasif.

Pengujian untuk mencari lesi prakanker dilakukan dengan Pap smear dan tes HPV. Jika prakanker ditemukan, akan bisa segera diobati untuk menghentikan perkembangannya. Sebagian besar kanker serviks invasif ditemukan pada wanita yang belum melakukan Pap smear secara teratur.

Pap smear adalah prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan sel dari leher rahim sehingga mereka dapat dilihat di bawah mikroskop untuk menemukan sel kanker dan pra-kanker.

Jadwal pemeriksaan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter. Sebagai pedoman, jadwal untuk melakukan pap smear adalah tiga tahun setelah berhubungan intim yang pertama. Setelah itu, sampai usia 30 tahun, tiga tahun sekali.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X