Kompas.com - 25/03/2017, 10:05 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com – Mempersiapkan sebuah pernikahan seringkali membuat calon pengantin merasa stres, apalagi bila masih harus bertengkar dengan orangtua mengenai daftar tamu undangan.

Rina Gunawan, Owner Rina Gunawan Wedding Organizer, berkata bahwa konflik tersebut sebenarnya cukup umum terjadi di Indonesia dan sering kali, tamu yang diundang kebanyakan berasal dari koneksi orangtua daripada anak.

“Jadi kalau saya lihat pernikahan ini yang menikah adalah orangtua, bukan calon pengantinnya,” ujar Rina dalam konferensi pers Balai Sudirman Wedding Fair (BSWF) 2017 di Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Menurut Rina, alasan utamanya adalah karena biasanya, orangtua yang lebih banyak mengeluarkan dana untuk pesta pernikahan anak-anaknya.

Oleh karena itu, kebanyakan tamu undangan di pesta pernikahan pun berasal dari undangan orangtua. Proporsinya bahkan bisa mencapai 80 persen dari orangtua dan sisa 20 persennya dari pengantin.

Nah, agar konflik mengenai undangan ini tidak terjadi, Rina pun menyarankan Anda untuk berbicara dengan orangtua terlebih dahulu. Sebab, komunikasi yang baik adalah hal terpenting kala mempersiapan sebuah pernikahan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X