Yang Terjadi pada Otak jika Konsumsi Sabu

Kompas.com - 27/03/2017, 16:00 WIB
Ridho Rhoma. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMORidho Rhoma.
|
EditorLusia Kus Anna

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi dangdut Ridho Rhoma ditangkap saat sedang mengonsumsi narkoba jenis sabu. Kepada pihak kepolisian, Ridho mengaku sudah sekitar dua tahun memakai sabu.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Roycke Langie menyampaikan, Ridho juga mengaku konsumsi sabu karena beban kerjanya sebagai musikus. Salah satu alasannya, agar tak cepat mengantuk.

Sebenarnya, apa yang terjadi pada otak saat konsumsi sabu? Dokter kesehatan jiwa, dr. Andri, SpKJ, FAPM menjelaskan, zat golongan amfetamin atau metamfetamin seperti sabu-sabu dan ekstasi dapat menyebabkan lonjakan hormon serotonin dan dopamin berkali-kali lipat dari biasanya.

"Hal ini yang membuat pengguna stimulan merasakan rasa nyaman dan gembira luar biasa," jelas Andri.

Orang yang konsumsi sabu akan merasa lebih percaya diri. Namun, efek menyenangkan itu hanya terjadi sesaat. Efek yang sebenarnya terjadi adalah kerusakan kesimbangan sistem di otak. Mereka yang konsumsi sabu bisa menjadi lebih sulit mengelola stres.

Baca: Kenali Ciri-ciri Pengguna Narkoba Sesuai Jenisnya

Gangguan kecemasan

Andri mengungkapkan, penggunaan sabu dalam jangka panjang bisa menimbulkan efek gangguan kecemasan di kemudian hari. Efek tersebut bahkan muncul setelah sudah tak lagi konsumsi sabu.

Andri beberapa kali mendapati pasien dengan gangguan kecemasan yang ternyata sebelumnya memiliki riwayat konsumsi sabu maupun ekstasi.

Gejala kecemasan bisa berupa jantung berdebar tiba-tiba, sesak napas, hingga perasaan melayang. Hal itu terjadi karena sudah rusaknya keseimbangan sistem hormon serotonin dan dopamin di otak.

Efek lain juga bisa muncul gejala psikotik, seperti ide-ide paranoid. Mereka bahkan jadi rentan depresi.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X