Kompas.com - 09/04/2017, 17:05 WIB
Ilustrasi THINKSTOCK.COMIlustrasi
|
Editor Syafrina Syaaf

KOMPAS.com – Umumnya, pengusaha atau entrepreneur melihat dan memperlakukan bisnis mereka sebagai “bayi” berharga. Mereka mengolah, mengevaluasi, dan membangun ide untuk mengembangkan bisnis.

Lalu, apabila bisnis masih baru, maka pengusaha itu sendiri yang melakukan dan menyelesaikan semua pekerjaan.

Kemudian, ketika bisnis sudah jalan, maka cara berpikir pengusaha tidak berhenti saat jam kerja berakhir, tetapi terus berputar 24 jam setiap hari.

Bagaimana ketika bayi yang sesungguhnya lahir dalam kehidupan mereka? Berikut beberapa anjuran dan pengalaman beberapa pengusaha start up di dunia dalam menyeimbangkan waktu untuk keluarga dan usaha:

Menciptakan tim yang cemerlang

Memiliki dan membesarkan anak bukanlah perjalanan untuk satu orang. Seorang pengusaha asal Singapura, Donny Soh, yang menjalani 9 Degrees Freedom, produsen sensor untuk pemain tenis, merasa beruntung memiliki istri, keluarga, dan mertua yang suportif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Aku merasa menjadi ayah telah membuatku menjadi manusia yang lebih baik. Aku merasa lebih menghargai orangtuaku seperti rasa sayangku pada anakku. Apa yang aku rasakan pada anakku membuatku tersadar betapa besar cinta orangtuaku padaku,” ujar Soh.

Tidak ada kesempurnaan

Soh mengatakan, kebanyakan orangtua yang baru memiliki anak menginginkan segala yang terbaik dan sempurna untuk sang buah hati.

“Kenyataannya hidup ini penuh ketidakpastian,” jelasnya.

“Aku masih melakukan banyak kesalahan. Aku dan istriku masih mengalami kesulitan setiap hari. Tanggung jawab tambahan menjadi ayah bisa memengaruhi bisnisku, tetapi aku tidak akan kalah,” imbuhnya.

Waktu kerja menyesuaikan agenda keluarga

David Lowbride, pemiliki Two Feet Marketing, agensi media online yang menawarkan servis pemasaran di Inggris, mengatkan, ayah yang juga sedang merintis bisnis sebaiknya menyelesaikan tugas administrasi pada malam hari.

“Berikan waktu yang fleksibel pada waktu kerja Anda dan aturlah mengikuti waktu keluarga, jangan sebaliknya,” ujar Lowbride.

Kemudian, pemilik perusahaan investasi, Patrumin Investor, Sam Dedio, mengungkapkan, bekerjalah saat sedang sendiri dan bermainlah bersama anak ketika mereka ada untuk Anda.

“Pengusaha yang baik harus selalu memiliki semangat kerja terutama ketika anak-anak sedang tidak di rumah,” jelasnya.

Menjadi orangtua adalah pengalaman bukan batasan

“Membangun bisnis itu berat, tetapi menjadi orangtua bisa lebih berat. Melakukan keduanya terasa mustahil,” terang Stephan Aarstol, pemilik dan pendiri Tower Paddle Boards.

Pola asuh yang baik, menurut Aarstol, ketika membiarkan anak bermain dengan Anda dan merasakan bahwa semua ini Anda lakukan untuk mereka.

“Biarkan anak terinspirasi dari apa yang Anda lakukan. Dorong anak-anak untuk mengikuti mimpi mereka dan membangun sesuatu yang hebat,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Mic
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.