Kompas.com - 09/04/2017, 19:51 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Jika Anda sering mengeluh tidak bisa beraktivitas maksimal karena menderita sakit punggung, Anda tidak sendiri. Banyak orang juga mengalaminya.

Tapi, tahukah Anda bahwa sakit punggung juga bisa meningkatkan risiko Anda meninggal dunia lebih awal? Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam European Journal of Pain mengatakan bahwa itu mungkin terjadi.

Peneliti meneliti 4.390 orang kembar di Denmark yang berusia 70 tahun ke atas. Mereka menemukan, orang-orang dengan nyeri punggung memiliki risiko 13 persen lebih tinggi untuk meninggal karena penyebab apa pun, dibandingkan dengan mereka yang tanpa sakit punggung.

Karena studi ini dilakukan pada orang kembar, peneliti bisa menyingkirkan faktor risiko penyakit genetik yang juga bisa menyebabkan kematian, kata penulis senior studi, Paulo Ferreira, Ph.D., dari University of Sydney.

Temuan ini signifikan karena banyak orang berpikir bahwa nyeri punggung tidak mengancam kehidupan.

Tapi, penelitian ini menunjukkan sebaliknya, sakit punggung benar-benar dapat berfungsi sebagai bendera merah dalam hal risiko kesehatan.

Meskipun peneliti tidak bisa membangun teori sebab-akibat, apakah mungkin bukan sakit punggung yang sebenarnya menjadi penyebab kematian dini, Ferreira mencatat bahwa ada hubungan antara nyeri tulang belakang dan kondisi kesehatan yang buruk, termasuk kemampuan fungsional yang terbatas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini dapat memicu beberapa masalah kesehatan yang serius, misalnya; hilangnya kemampuan fungsional memiliki efek domino yang dapat menyebabkan kapasitas gerak yang lebih rendah dan massa otot berkurang, sehingga menyebabkan imobilitas dan bahaya lainnya.

Misalnya, seseorang menderita sakit kronis dan kurang bisa bergerak karena juga menderita sakit punggung, ini bisa mendorong perasaan depresi yang pada gilirannya dapat memengaruhi pola tidur, pilihan gizi, tingkat stres dan rasa menghargai diri sendiri. Faktor-faktor seperti ini, bila dikombinasikan, dapat meningkatkan risiko kematian.

Masalah akan makin parah jika obat dan operasi tidak mampu memerbaiki sakit punggung, kata Ferreira.

“Pengobatan terbaik untuk nyeri punggung adalah gaya hidup sehat, termasuk aktivitas fisik. Manusia dirancang untuk aktif secara fisik. Jika hal ini tidak terpenuhi, akan timbul banyak masalah kesehatan, termasuk juga obesitas yang dapat meingkatkan risiko sakit jantung dan diabetes."



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.