Kompas.com - 11/04/2017, 13:22 WIB
Penulis Wisnubrata
|
EditorWisnubrata

 

10. Aturan 20 Mil

Aturan ini menyebutkan: Bersiaplah dan belarilah sejauh 20 mil (32 kilometer) setidaknya sekali sebelum mengikuti marathon.

“Berlari jarak jauh merupakan simulasi dari marathon, yang akan membuat kaki terbiasa,” ujar Gina Simmering-Lanterman, pelatih lari pada program Denver Fit. “Kalau kita tahu bahwa kita bisa berlari 20 mil, maka mental kita akan lebih yakin untuk menyelesaikan marathon.”

Pengecualian: Persiapan marathon tergantung pada kondisi masing-masing orang. Beberapa pelatih menyebut, mereka yang sudah terbiasa ikut marathon, cukup berlatih 16 mil (25.6 km) hingga 18 mil (28.8 km), sedangkan lainnya mungkin perlu mencapai 24 mil.

11. Aturan Asupan Karbohidrat

Aturan ini menyebutkan bahwa beberapa hari sebelum lari jarak jauh, tambahkan asupan karbohidrat dalam menu kita.

“Carbo-loading” menjadi mantra para pelari jauh setelah sebuah penelitian dari Skandinavia tahun 1967 mengatakan bahwa penambahan karbohidrat setelah sebelumnya dilakukan pembatasan, akan menghasilkan atlet berkekuatan super.

Kini para ahli menyarankan penambahan karbohidrat itu beberapa hari hingga 2 jam sebelum lomba atau lari jarak jauh. Asupan karbohidrat itu juga bisa dilakukan selama lomba dalam jumlah yang diatur, misalnya 30 hingga 60 gram setiap jam.

Pengecualian: Latihan berat akan membuat tubuh kita rakus akan karbohidrat. Namun kita tidak harus memakan semua yang ada di hadapan kita, karena hal itu justru mengakibatkan tubuh terlalu berat untuk berlari.

12. Aturan 7 Tahun

Aturan ini menyebutkan bahwa sebagian besar pelari akan mencapai kondisi terbaik setelah berlatih 7 tahun.

Mike Tymn, pelari dan penulis menemukan hal ini di tahun 1980-an dan menuliskannya di kolom National Masters News. “Teori adaptasi 7 tahun ini berdasarkan pengalaman dari para pelari yang menyebutkan bahwa mereka mencapai kondisi terbaik setelah 7 tahun sejak mereka mulai berlatih,” ujarnya.

Pengecualian: Mereka yang hanya berlari jarak pendek akan butuh waktu lebih lama untuk mencapai kondisi terbaiknya.

13. Aturan Jalur Lari

Aturan ini menyebutkan: Agar tetap aman, larilah berlawanan dengan arah arus lalu lintas.

“Saat berlari, lebih baik bila kita melihat apa yang akan datang dari depan daripada tertabrak dari belakang, “ ujar Adam Cuevas, pelari marathon dan pimpinan Enforcement Services Division of the California Highway Patrol.

Pengecualian: Anda berlari di taman atau di trotoir yang lebar sehingga tidak perlu turun ke jalan.

14. Aturan Naik Mengalahkan Turun

Aturan ini menyebutkan: Berlari di jalur menanjak akan memperlambat kecepatan lebih besar dibanding jalur turunan menambah kecepatan kita.

Berlari menanjak selalu menguras tenaga. “Dan kita tidak akan mendapatkan energi yang sama yang kita gunakan untuk lari menanjak saat kita lari menuruni bukit,” ujar Nimbus Couzin, Ph.D., instruktur lari marathon di Indiana University Southeast. “Salah satu sebabnya adalah ketika kaki Anda menjejak tanah ketika berlari turun, banyak energi akan terbuang.”

Pengecualian: Bila kita berlari di jalur yang penurunannya landai, kecepatan rata-rata kita mestinya lebih besar dibanding berlari di jalan datar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.