Kompas.com - 12/04/2017, 12:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Bagian organ vital pria, terutama testis, adalah salah satu kelemahan jika terkena benturan atau tendangan. Rasanya akan sangat sakit, bahkan ada yang menggambarkannya setara dengan nyeri melahirkan.

Ketika terjadi kontak dengan bagian testis, kebanyakan pria juga akan mengalami nyeri di bagian perut, walau benturannya tidak terjadi langsung di bagian tubuh itu.

Seorang vlogger YouTube, Simon Whistler yang memiliki channel 'Today I Found Out' mengungkapkan penjelasan biologi terkait anatomi testis pria.

Saat pembentukan testis ketika janin di kandungan, perkembangan itu terjadi di bagian bawah pinggang, di perut yang deket lambung dan ginjal.

Selama pubertas, testis akan turun, tetapi saraf dan pembuluh darah yang terhubung dengan bagian perut itu masih di lokasi yang sama. Ini berarti, saat pria ditendang bagian testisnya atau terjadi benturan keras, rasa sakitnya akan menjalar dari testis ke rongga perut melalui saraf. Sensasi sakitnya pun lebih hebat.

Rasa sakit tersebut bisa dibarengi dengan mual, ini terjadi karena dorongan masif pada sistem saraf pusat. Tergantung pada level toleransi rasa sakit, tapi kondisi ini pada sebagian besar pria akan menyebabkan mereka tak berdaya.

Pada kasus yang ekstrem, tendangan pada bagian testis juga menyebabkan masalah kesuburan dan operasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.