Kompas.com - 13/04/2017, 16:05 WIB
Grup rock Nirvana dan Kurt Cobain (kanan) Grup rock Nirvana dan Kurt Cobain (kanan)
|
EditorShierine Wangsa Wibawa

KOMPAS.com -- Erlangga S Negoro, seorang pengamat mode dan penata gaya, berkata bahwa aksen sobek-sobek atau distressed pada jeans selalu ada setiap musim.

Namun, tahukah Anda awal mula aksen yang kini menjadi obsesi orang Indonesia tersebut?

Diungkapkannya melalui telepon yang diterima Kompas.com pada hari Selasa (11/4/2017), Erlangga  menjelaskan bahwa gaya tersebut menjadi populer di era ’80-an.

“Awalnya memang pada era 80’an dan dipopulerkan sebagai street style oleh grup-grup rhythm and blues (R&B). Grup rock pada tahun ’80-an itu justru (pakainya) kulit,” ujarnya.

Gaya sobek-sobek tersebut kemudian berlanjut ke era ‘90-an dan dipakai oleh masyarakat pada masa itu secara umum.

Akan tetapi, makna penggunaan aksen sobek-sobek pada era ’90-an ini berbeda dari era ’80-an.

Menurut Erlangga, gaya busana era ’80-an itu meletup, norak, dan banyak warna. Aksen sobek-sobek pada era tersebut digunakan untuk menarik perhatian dan mengagetkan publik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, era ’90-an yang berkarakter grunge justru menyukai busana-busana dasar yang terkesan seadanya sebagai ekspresi anti-fashion.

“Nah, grup band Nirvana dan Green Day pakai celana jeans sobek-sobek karena mereka anti-fashion. Jadi, mereka konser tapi enggak mau kelihatan heboh, ‘Pokoknya gue maunya kelihatan sama kayak penonton gue yang comfort aja’,” katanya menjelaskan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.